Soal Upah Murah TKI, Presiden akan Hubungi PM Malaysia
Rabu, 03 Nov 2004 16:23 WIB
Dumai -
Upah paling murah bagi TKI (tenaga kerja Indonesia) di Malaysia telah menjadi perhatian khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Untuk mengatasi masalah ini, presiden akan menanyakan langsung kepada PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi. Janji ini disampaikan presiden saat melakukan dialog dengan sekitar 300 TKI ilegal yang baru saja dipulangkan dari Malaysia di halaman PT Pelabuhan Indonesia, Dumai, Riau, Rabu (3/11/2004). Sejumlah TKI menyampaikan keluhannya kepada presiden. Salah satunya adalah mengenai murahnya upah TKI di Malaysia. Pada kesempatan itu, presiden berjanji akan menampung seluruh aspirasi dan keluhan para TKI. Karena itu, presiden berjanji, di masa mendatang pemerintah Indonesia akan memperbaiki sistem tenaga kerja yang profesional. "Tentang upah murah, saya akan menanyakan langsung kepada Perdana Menteri (PM) Malaysia. Tapi, tentu setelah ada masukan dari instansi lainnya," kata presiden. Tindak Calo TKI Dalam dialog dengan TKI, Presiden SBY juga berjanji akan menindak tegas para calo. "Calo-calo di instansi pemerintah yang mempersulit urusan TKI akan ditindak tegas," kata SBY.Presiden juga menyampaikan bahwa nasib TKI harus diperjuangkan. "TKI ini adalah salah satu pahlawan bangsa yang memperkecil angka pengangguran di Indonesia. Mereka telah banyak menyumbangkan devisa kepada negara," ujarnya. Karena itu, presiden mengingatkan kepada TKI yang akan bekerja ke luar negeri untuk menggunakan standar yang digunakan pemerintah. Misalnya, tentang perjanjian kontrak kerja antara Indonesia dan Malaysia. Setelah berdialog dengan TKI, Presiden SBY kemudian meninjau pelabuhan pemulangan TKI di PT Pelindo, Dumai.
(asy/)










































