Para Siswa SMP Ini Bawa Motor Sejak SD dan Tak Kapok Jatuh

Para Siswa SMP Ini Bawa Motor Sejak SD dan Tak Kapok Jatuh

Radian Nyi Sukmasari - detikNews
Selasa, 10 Sep 2013 17:01 WIB
Para Siswa SMP Ini Bawa Motor Sejak SD dan Tak Kapok Jatuh
Ilustrasi (dok detikcom)
Jakarta - Fenomena mengemudikan kendaraan bermotor sejak dini tampaknya memang dianggap lumrah di tengah masyarakat. Tak cuma musisi Ahmad Dhani yang mengizinkan anaknya membawa kendaraan bermotor di usia belia. Buktinya banyak siswa SMP berseliweran membawa sepeda motor atas seizin orang tuanya.

Seperti pengakuan beberapa siswa SMP ini, salah satunya, Hario, siswa kelas 3 SMP yang tinggal di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

"Saya mah tiap hari bawa motor, udah dari kelas lima SD bisa bawa motor. Orang tua sih ngebolehin aja ya karena emang biar cepat aja," kata Hario ketika berbincang kepada detikcom, Selasa (10/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia sering kepergok guru saat membawa sepeda motor. Guru Hario tak komplain atau menasihati, malah cenderung cuek. Mengaku sering jatuh saat membawa sepeda motor, namun Hario tak kapok.

"Kalau jatuh udah sering. Pas kelas 2 (SMP) malah tangan saya patah waktu itu di jalan pertigaan dekat sekolah, remnya blong, gasnya nyangkut, jadi nabrak tembok deh. Kalau yang lain-lainnya ya paling cuma luka-luka doang terus diobatin. Tapi tetap dibolehin lagi bawa motor sama orang tua, yang penting kan tetep hati-hati terus jangan jauh-jauh juga bawa motornya," kata Hario.

Sedangkan Farhan, siswa kelas 1 SMP yang tinggal di kawasan Cilandak ini malah membawa motor setiap hari. Motor yang dipakai Farhan memang khusus diberikan kepadanya.

"Motor ini emang udah dikasih ke saya, udah jadi hak milik saya gitu. Makanya Mama sama Bapak ngebolehin," tuturnya.

Farhan pernah jatuh karena mengendarai motor ini. Paling parah, setahun lalu hingga bagian depan motornya hancur.

"Tahu-tahu motornya oleng, saya luka-luka terus gigi depan nih yang tengah patah, akhirnya ditambal. Orang tua enggak marahin sih, cuma ngomelin doang, paling dinasihatin kayak ‘makanya lain kali hati-hati kalo bawa motor’," celetuknya.

Sedangkan Thomas, siswa kelas 3 SMP yang juga tinggal di kawasan Cilandak membawa motor karena tergiur pergaulan sehari-hari.

"Kita sebenarnya sadar kalau enggak boleh bawa motor, tapi dari pergaulan ngeliat orang bawa motor itu enak walaupun enggak segampang itu naik motor," tutur Thomas.

Dia pernah ditilang polisi karena kedapatan tak memiliki SIM. Namun Thomas menyerahkan itu pada orang tuanya.

"Waktu itu mau main ke warnet, eh ditilang ditanyain STNK, akhirnya motornya ditahan di Polsek Cinere, enggak tahu deh itu sekarang gimana, itu mah urusan orang tua deh," kata Thomas enteng.

Sedangkan Budi dan Mustafa, siswa kelas 3 SMP di Depok mengaku membawa sepeda motor karena kondisi yang memaksa. Budi mengatakan tak ada angkutan dari rumah ke sekolah.

"Susah juga. Daripada nanti angkotnya cuma sampai mana gitu terus saya jalan kaki jauh, mending saya bawa motor. Lagian orang tua juga ngebolehin. Kalau saya sih Alhamdulillah belum pernah kena razia apa keserempet mobil gitu sampai luka gimana gitu," tutur Budi.

Sedangkan Mustafa membawa motor karena di rumah tak ada orang yang mengantarkan dia ke sekolah. "Tiap hari bawa, nyokap mengizinkan, karena bokap enggak ada dan enggak ada yang nganterin. Kakak cowok kuliah pulang malam, yang cewek sudah menikah. Belum pernah sih kalau sampai kena razia apa luka gitu jatuh dari motor. Saya sebenarnya sadar sih kalau yang dilakuin ini bawa motor di usia gini tuh enggak boleh, tapi gimana ya...," keluh dia.

(nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini