Diancam Pistol, Laskar Merah Putih Mengadu ke Polisi
Rabu, 03 Nov 2004 15:32 WIB
Jakarta - Gara-gara ingin meminta uang hasil keuntungan bisnis spare part kendaraan bermotor, Rusman anggota Laskar Merah Putih diancam pistol oleh Erwin rekan bisnisnya.Ancaman senjata api ini dilaporkan Rusman ke Polda Metro Jaya, Rabu (3/11/2004). Rusman datang dengan didampingi Ketua Umum Laskar Merah Putih Eddy Hartawan dan 20 anggota Laskar Merah Putih.Diceritakan Rusman, dirinya melakukan bisnis spare part kendaraan bermotor dengan pengusaha Cina bernama Erwin. Ketika ingin mengambil uang keuntungan sebesar Rp 56 juta pada 1 November lalu, Erwin belum dapat membayar. Kemudian disepakati perjanjian perdamaian yang disaksikan Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat."Saat itu Erwin menyanggupi untuk membayarnya. Lalu, Erwin pulang tetapi dia balik lagi dengan mengeluarkan pistol dan mengeluarkan kartu anggota kodam," kata Rusman.Menanggapi hal ini, Ketua Laskar Merah Putih Eddy Hartawan meminta kepolisian menindak sipil yang mempunyai senjata api. "Jangan sampai Jakarta menjadi kota Coboy semua pakai senjata api maupun senjata tajam. Kita juga akan ke Puspom TNI mengecek apakah Erwin benar-benar anggota Kodam," demikian Eddy.
(aan/)











































