Bilik Asmara Dalam Penjara

Cynthiara Alona Tak Pikirkan Seks di Penjara

- detikNews
Selasa, 10 Sep 2013 12:33 WIB
Fotografer : Herianto Batubara
Jakarta - Kebutuhan akan pemenuhan hasrat biologis para narapidana di dalam penjara bagi artis Cynthiara Alona, 28 tahun, tidak terlalu mendesak. Namun, pengakuan Cynthiara yang pernah dibui di Lembaga Pemasyarakatan Pondok Bambu, Jakarta Timur, karena kasus pemalsuan paspor itu, dalam konteks dirinya sebagai perempuan.

Cynthiara, yang mendekam di penjara sejak Desember hingga Maret lalu, kerap berinteraksi dengan beberapa tahanan di penjara khusus perempuan itu. Menurutnya, kebanyakan napi memaklumi konsekuensi perbuatan mereka salah satunya harus puasa seks.

“Mereka gak mencari kebutuhan seperti itu dan memaklumi kalau hubungan suami istri ditiadakan di penjara,” kata Cynthiara saat dihubungi detikcom, kemarin.

Tak hanya bagi yang belum menikah, Cynthiara juga bilang tahanan wanita yang sudah menikah dan rutin melakukan hubungan seksual juga lebih memilih menahan hasrat biologisnya.

“Aku juga pernah nanyakan itu ke para napi yang sudah menikah, mereka bilang itu sih risiko. ‘Kalau sudah di sini (penjara) ya puasa makan enak, puasa hubungan suami istri, puasa ketemu keluarga, semuanya puasa, itu lah namanya penjara’,” ujar Cynthiara menguraikan.







Cynthiara mengaku salut dengan sikap para napi ibu-ibu tersebut yang sangat tabah dan bisa menerima kenyataan. "Aku yang awalnya sangat syok lama-lama bisa menerima kenyataan,” ujar dia seraya mengungkapkan dulu ditempatkan di blok kriminal, satu blok dengan tahanan-tahanan KPK ataupun pelaku penipuan.

Sikap agresif atau penyimpangan akibat hasrat narapidana yang tak tersalurkan, juga bisa dibilang hampir tidak ada. “Di situ ibu-ibu enggak ada yang mencari seks, jadi yang aku lihat atau dengar enggak ada pelecehan seksual,” kata Cynthiara.

Bintang film “Diperkosa Setan” ini mengaku ia pribadi tak memikirkan kebutuhan biologisnya saat berada di penjara. "Aku masuk ke dalam saja syok banget enggak nyangka aku masuk ke Pondok Bambu, gak pernah mimpi. Boro-boro kepikiran begituan, itu sih enggak penting,” ujarnya menegaskan.

Bagi wanita kelahiran 7 Juli 1985 ini, keluar lebih cepat dari penjara lebih penting ketimbang sekadar mencari cara agar bisa berhubungan seksual. “Aduh, jangankan mikirin seks, mikir di penjara yang seperti itu saja syok banget, kita bagaimana bisa keluar dulu karena kebebasan itu sangat mahal artinya."

Saking syoknya, ia juga sempat tak berani menunjukkan sisi keartisannya selama di penjara. “Ada yang sudah bertahun-tahun di sana, mereka sudah bisa make up-an dan pakai high heels, tapi kalau aku masih belum bisa. Ngerasain di penjara itu begitu rasanya, kosong, hampa, aduhh. Syok banget,” ungkapnya. Selama menjalani masa hukuman, Cynthiara mengaku tak ada yang mengintimidasi atau berperilaku seksual menyimpang.

Sejumlah anggota Komisi Hukum DPR menilai penyediaan ruang bilik asmara bagi tahanan bukan persoalan mendesak. Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Golkar Deding Ishak mengatakan menyediakan bilik asmara hanya menambah persoalan baru selama kondisi lapas atau rutan seperti sekarang. Menurutnya, perlu ada kajian mendalam untuk melihat dampak jangka panjang terkait persoalan ini.

"Bukan yang urgent. Masih ada urusan yang lebih penting mesti diarahkan Kemenkumham sebagai penanggung jawab untuk menciptakan blue print pengelolaan LP, rutan yang dikelola manajemen profesional sebagai tempat pembinaan napi," kata Deding kepada detikcom, kemarin.

(brn/brn)