Percikan Api Optimisme Pemuda dari St Petersburg

Salam G-20 St Petersburg (8)

Percikan Api Optimisme Pemuda dari St Petersburg

Aries Stevanus Gerryianto - detikNews
Selasa, 10 Sep 2013 12:12 WIB
Percikan Api Optimisme Pemuda dari St Petersburg
Moskow - Dalam kesempatan kunjungan ke Saint Petersburg bersama Presiden SBY dan rombongan untuk mengikuti KTT G20 tanggal 5-7 September 2013, Mayor Agus Harimurti Yudhoyono mewakili Indonesian Defense Institute (IDI) mengadakan diskusi dengan perwakilan mahasiswa Indonesia di Rusia.

Melihat perkembangan situasi Indonesia saat ini, dengan hiruk pikuk problematika dan dinamika sosial kemasyarakatannya, membentuk pemikiran skeptis bagi sebagian pemuda Indonesia. Seiring waktu, skeptisisme akan membentuk opini massa yang selalu memandang negatif terhadap suatu persoalan yang terjadi.

Suatu hal sangat disayangkan apabila semangat pemuda yang enerjik, antusias, dan bereksplorasi akan suatu hal yang menarik, menjadi semangat yang terpatahkan akibat pengaruh sosial masyarakat yang skeptis. Kenyataan ini mulai terasa di kalangan pemuda Indonesia saat ini. Sebuah tantangan bagi pemuda Indonesia yang masih mempunyai optimisme dan pemikiran positif terhadap tumbuh dan berkembangnya peranan penting pemuda dalam membangun bangsa dan negara Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sikap skeptis yang mulai berkembang ini juga dirasakan oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Rusia. Pada suatu kesempatan diskusi yang dilaksanakan tanggal 7 September 2013 di kota St. Petersburg antara Indonesian Defense Institute (IDI) dan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA), dibahas mengenai peranan pemuda Indonesia dalam menyikapi perkembangan situasi dan kondisi secara umum di tanah air.

Perwakilan IDI, yang dipimpin oleh Mayor Agus Harimurti Yudhoyono mengemukakan secara gamblang bagaimana pemuda dalam menyongsong tahun 2045. Suatu masa di mana negara Indonesia diprediksi oleh banyak analis sebagai suatu momen kebangkitan dari masa transisi sebagai negara berkembang menjadi negara yang maju. Pada momen 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia itu nanti, generasi pemuda yang ada saat inilah yang kemudian akan muncul menjadi pemimpin-pemimpin bangsa dan negara Indonesia.

Dari pertemuan tersebut, dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu tugas dan tanggung jawab pemuda Indonesia di mana pun berada untuk saling bekerja sama, berbagi ilmu dan inspirasi. Kemudian dari semangat kebersamaan itu perlu ditumbuhkan kesatuan visi dari pemuda untuk bersama-sama memberikan kontribusi positif dan mencari solusi yang lebih konkret atas persoalan-persoalan kemasyarakatan.

Pemuda Indonesia perlu menyadari bahwa saat ini, negara kita semakin dihormati dan diperhitungkan dalam kancah internasional. Sebagai contoh, keanggotaan Indonesia dalam G-20, sebuah grup negara-negara maju dan berkembang secara ekonomi, dimana Indonesia sangat berperan aktif di dalamnya. Kontribusi positif Indonesia dalam persoalan-persoalan internasional menjadikan negara kita semakin dipercaya sebagai negara yang mampu memberikan solusi yang konkret.

Untuk itu kita perlu bangga, apalagi dengan semakin kuatnya persatuan dan kesatuan di antara pemuda Indonesia, kedepannya akan semakin mengukuhkan Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan bermartabat dan mampu ikut berperan aktif melaksanakan ketertiban dunia.

* Aries Stevanus Gerryianto
Ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA)

(nrl/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads