Menteri Agama Suryadharma Ali melepas keberangkatan jamaah calon haji kelompok terbang pertama embarkasi Jakarta. Ada tujuh pesan yang disampaikannya kepada jemaah. Apa itu?
Pesan-pesan itu disampaikan menag saat melepas keberangkatan 450 orang calon haji dan 5 petugas kloter embarkasi Jakarta di Asrama Haji Pondokgede, Jakarta Timur, Selasa (10/9/2013). Menag berpesan agar jamaah haji berhati-hati saat menjalankan tawaf.
"Saya pesan akibat perbaikan kapasitas areal tawaf yang semula bisa menampung 40 ribu jamaah haji per jam sekarang hanya 22 ribu saja. Hati-hati karena jamaah terkonsentrasi di lantai 1, desak-desakannya luar biasa," papar Menag Suryadharma Ali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan sayang beli makanan, jangan sayang beli minuman. Makan makanan yang bergizi. Jadi minum harus diperbanyak," imbau dia.
Menag juga mengingatkan agar jamaah haji lebih berkonsentrasi ibadah ketimbang sibuk berbelanja. "Kadang fisik lelah kebanyakan belanja," ujar pria yang juga Ketua Umum PPP ini.
Ia meminta agar jamaah haji juga lebih memperdalam prosesi manasik haji. "Walau sudah belajar manasik perdalam lagi manasiknya," katanya.
Di dalam kesempatan itu, Menag mengingatkan agar jamaah haji mewaspadai tindak kejahatan di Tanah Suci.
"Jadi hati-hati menyimpan uang, barang jangan diserahkan kepada orang tidak dikenal walaupun orang tersebut berbahasa Indonesia, Sunda, Jawa jangan sampai tertipu," kata Menag.
Terkait pemulangan jamaah haji, Menag meminta agar barang bawaan jamaah haji tidak melebihi berat yang telah ditetapkan, termasuk membawa air zam zam. Sebaiknya jangan sampai bawa yang dilarang. Kalau bawa tas dibongkar bisa telat 2-3 gara-gara tas dibongkar," kata Menag yang terbalut seragam batik haji warna hijau dan ungu ini.
Menag meminta jamaah haji maupun keluarganya tidak khawatir dengan isu virus korona. "Kalau kesehatan prima insya Allah penyakit tidak ada yg mampir. Kalau ada sesuatu yang tidak enak jangan sungkan periksa ke petugas kesehatan," kata dia.
Di penghujung wejangannya, dia menyampailan pesan dan doa dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia juga menyampaikan pesan dan doa dari Menko Kesra, Agung Laksono, yang batal hadir karena kesehatan terganggu.
(aan/lh)











































