Daging Sapi Glonggongan Beredar di Yogya

Daging Sapi Glonggongan Beredar di Yogya

- detikNews
Rabu, 03 Nov 2004 13:46 WIB
Yogyakarta - Menjelang Lebaran, daging sapi glonggongan (daging berkadar air tinggi) kembali beredar di pasar-pasar Kota Yogyakarta. Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Yogyakarta menemukan 5 kg daging sapi glonggongan.Sebanyak 5 kg daging sapi glonggongan yang belum terjual ditemukan hari ini Rabu (3/11/2004) di los daging di Pasar Beringharjo. Namun sebelumnya pedagang yang menjual daging itu mengaku sudah menjual 5 kg daging sapi glonggongan lainnya kepada konsumen. "Sebagian besar daging sapi glonggongan itu asal Boyolali Jawa Tengah," kata Aldaira Kepala Seksi Kehewanan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Yogyakarta kepada wartawan di sela-sela acara sidak di Pasar Beringharjo.Menurut Aldaira, diperkirakan daging glonggongan yang beredar di pasar-pasar Kota Yogyakarta lebih dari 100 kg setiap harinya. Di pasar Beringharjo saja, terdapat 10 kg daging glonggongan. Sebanyak 5 kg telah terjual, sedangkan 5 kg lagi belum laku terjual."Itu baru di Beringharjo, belum di pasar-pasar lainnya. Hampir pasti ada daging glonggongan. Sedangkan orang yang memasoknya sudah diketahui identitasnya dan hanya itu-itu saja orangnya," katanya.Selain memantau peredaran daging glonggongan kata Aldaira, pihaknya juga memantau agar kasus Antraks yang terjadi di Bogor Jawa Barat tidak terjadi danterulang di wilayah Yogyakarta.Aldaira mengatakan, maraknya daging glonggongan ini lebih dilatarbelakangi motif ekonomi. Konsumen yang dibidik oleh pedagang juga menengah ke bawah karena harganya lebih murah. Namun di sisi lain, setiap bulan puasa hingga menjelang Lebaran, permintaan akan daging sapi dipastikan akan memang melonjak tajam, sehingga praktek pengglonggongan pun muncul.Saat melakukan pemeriksaan di los daging, Aldaira bersama stafnya langsung memeriksa beberapa daging baik daging sapi, ayam dan kambing milik parapedagang. Beberapa daging langsung dites untuk mengetahui kadar airnya.Daging segar yang bukan glonggongan, kata Aldaira, kadar airnya berkisar 5,3 - 5,8. Sedangkan daging glonggongan kadar airnya mencapai 6,5. Sedangkan untuk daging ayam potong kadar air sekitar 4,8.Daging glonggongan yang ditemukan dipasar masih layak dikonsumsi. Tapi, daging tersebut akan cepat membusuk. "Kalau daging segar bila dijual pasti digantungkan. Sedangkan daging glonggongan ditaruh di atas meja, warnanya merah pucat, ada airnya dan tidak kenyal bila dipegang," katanya.Daging glonggongan ini merupakan daging dengan kadar air tinggi, yang disengaja untuk mencurangi. Biasanya, praktek ini dilakukan dengan menggelontorkan air kepada sapi yang akan disembelih melalui mulutnya, sehingga sapi itu kembung. Setelah itu, sapi itu disembelih. Dengan demikian, berat daging menjadi naik, karena terlalu banyak kadar airnya. Sementara itu berdasarkan pantauan detikcom, harga daging sapi menjelang Lebaran itu tidak mengalami kenaikan sejak seminggu lalu. Harga daging sapi segar sekitar Rp 34 ribu/kg. Sedangkan daging sapi glonggongan dijual lebih murah dengan harga Rp 30 ribu/kg. Untuk daging kambing di pasaran mencapai Rp 32ribu/kg.Namun untuk daging ayam selama seminggu ini mengalami kenaikan Rp 500/kg. Semula harga daging ayam potong di pasaran sekitar Rp 13 ribu/kg, sekarang naik menjadi Rp 13.500/kg. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads