"Saya pernah sidak dan ada pegawai kecamatan yang masih tidur. Tak (saya) tendangi semua, βAyo bangun,β ha-ha-ha....," kata Risma seperti dikutip dari Majalah Detik edisi 93 yang terbit Senin (9/9/2013).
Namun Risma tidak menutup mata. Bagaimana anak buahnya bisa bekerja cepat kalau penghasilannya kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama setahun pertama masa pemerintahannya, Risma harus mengajari para birokrat. Dia ingin semua anak buahnya bekerja cepat.
"Misalnya harus mengajari, kalau terjadi kebakaran, Dinas Sosial harus datang menyiapkan bantuan baju dan makanan. Tapi sekarang sudah jalan, mereka koordinasi sendiri, saya tinggal terima laporan. Seperti saat menangani bonek (bondo nekat/modal nekat), mereka sudah tahu harus menyiapkan truk dan makanan," kisahnya.
Meski demikian, Risma tetap sering turun ke lapangan. Misalnya dalam penanggulangan banjir, Risma langsung mengecek ke lapangan.
"Kalau ke lapangan, mobil ndak bisa, saya sering naik motor juga. Kalau ndak ya jalan kaki. Pernah waktu lihat saluran air di Wonokromo, jatuh kepleset sampai kaki patah. Ndak ada yang tahu itu dan ndak ada fotonya, soalnya saya sendiri, jam lima pagi," jelasnya.
(van/nrl)











































