Nasib TKI: Dipungli di Malaysia, Diperas di Tanah Air
Rabu, 03 Nov 2004 12:46 WIB
Dumai -
Sungguh malang nasib para TKI ilegal. Selain diperas di Malaysia, mereka juga dipeloroti setiba di Tanah Air.Demikian pengakuan sejumlah TKI yang diajak berbincang-bincang detikcom di Pelabuhan Dumai, 200 km dari Pekanbaru, Riau, Rabu (3/11/2004). Pemerasan pertama menimpa para TKI saat mereka mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) di KBRI atau kantor perwakilan di bawahnya.Menurut peraturan pemerintah, para TKI hanya dikenakan pengurusan SPLP senilai 50 riggit. Tapi, para TKI mengaku mereka mesti membayar 125 ringgit hingga 250 ringgit/orang."Kami mengurus SPLP dikenai pungli karena katanya banyak yang ngurus (SPLP). Kata petugasnya, untuk memperlancar," kata Ade Ardiansyah, TKI ilegal asal Kerinci, Jambi. Ade harus merogoh kocek 125 ringgit. Sedangkan, istrinya, Nur Aisyah (22) membayar 250 ringgit.Begitu tiba di Tanah Air, para TKI ilegal lagi-lagi jadi korban percaloan. Calo ini berkeliaran di Pelabuhan Dumai sebagai tempat penurunan TKI, hingga ke terminal bus. Para calo sama sekali tidak mendapat teguran dari aparat.Sejumlah TKI pada detikcom mengaku, ongkos dari Dumai ke Jambi biasanya Rp 100 ribu, kini melonjak Rp 150 ribu-200 ribu. Apesnya, mereka harus mendapatkan tiket bus dari para calo. Bila membeli tiket di tempat resmi, petugas agen bus akan mengatakan tiket telah habis."Saya sudah lapor ke polisi soal kenaikan harga, tapi alasannya ini kan lebaran," kata Arman Saleh, TKI yang akan pulang ke Sumsel. Arman harus membayar Rp 250 ribu untuk tiket yang biasanya berharga Rp 150 ribu.Permainan seperti ini jelas memberatkan TKI ilegal, yang rela jauh-jauh mengadu nasib ke negeri jiran untuk sesuap nasi. Padahal dari pantauan detikcom, pemulangan TKI mendapat pengawalan ketat mulai dari Dinas Perhubungan, Kepolisian, TNI AL, dan TNI AD. Namun semuanya membiarkan calo berkeliaran.Tidak seperti TKI yang mendarat di Tanjung Priok-Jakarta yang bisa mudik dengan gratis, TKI yang pulang kampung lewat Dumai harus mengongkosi tiket busnya sendiri. "Mereka kan punya uang," alasan seorang petugas pemerintah pada detikcom.Hingga saat ini ratusan TKI yang baru sampai di Dumai, sedang dikumpulkan di sebuah tenda untuk selanjutnya berdialog dengan Presiden. Jumlah yang ada baru 100 orang, mendekati pukul 13.00 WIB nanti akan bertambah menjadi 300 orang.
(nrl/)










































