Siapa 3 Calon Kapolri yang Kompolnas Tengarai Punya Rekening Gendut?

Siapa 3 Calon Kapolri yang Kompolnas Tengarai Punya Rekening Gendut?

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Senin, 09 Sep 2013 15:35 WIB
Jakarta - Kompolnas menyatakan ada tiga orang calon Kapolri yang memiliki rekening gendut, tapi pihaknya belum mau mengungkapkan nama-nama yang dimaksud. Lalu siapa saja tiga calon Kapolri berekening gendut itu?

Saat ditanyakan soal nama-nama calon Kapolri berekening gendut, anggota Kompolnas, Adrianus Meliala enggan membuka secara gamblang. Dia hanya membenarkan adanya tiga nama itu.

"Ada tiga nama secara khusus. Kalau nama jangan lah. Makanya kita dorong tujuh (masuk bursa pemilihan calon Kapolri)," Adrianus Meliala saat ditemui di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut komisioner Kompolnas yang lain, Hamidah Abdurrahman, temuan rekening gendut calon Kapolri itu masih menjadi bahan diskusi internal Kompolnas. Sehingga untuk nama-nama yang dimaksud belum bisa diumumkan ke publik.

"Waduh itu yang tahu Pak Adrianus ya saya belum ketemu beliau, nanti akan saya tanyakan hal tersebut," kata Hamidah saat diminta untuk membuka tiga nama calon Kapolri berekening gendut.

Sementara itu, pihak PPATK yang berwenang untuk menelusuri transaksi keuangan pejabat negara belum bisa dikonfirmasi. Ketua PPATK, Muhammad Yusuf belum mengangkat telepon dan membalas pesan singkat yang dikirimkan detikcom.

Jika dilihat dari data LHKPN yang ada di KPK, dari kesembilan jenderal yang namanya digulirkan sebagai calon Kapolri, ada tiga nama dengan harta kekayaan tertinggi. Yakni, Kabareskrim Komjen Sutarman dengan kekayaan Rp 5,35 miliar, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Saud Usman dengan kekayaan Rp 12,67 miliar dan USD 100 ribu dan Kabaharkam Komjen Badrodin Haiti dengan kekayaan Rp 5,83 miliar dan USD 4000.

Berikut harta kekayaan para calon Kapolri berdasarkan LHKPN yang ada di KPK :

1. Komjen Sutarman terakhir kali melaporkan kekayaan pada Maret 2012. Kekayaan Komjen Sutarman yang dilaporkan saat menjabat sebagai Kabarekrim adalah Rp 5,35 miliar dan USD 24.200

2. Komjen Budi Gunawan terakhir memberikan LHKPN pada Agustus 2008 saat menjabat sebagai Kapolda Jambi. Kekayaan Kepala Lembaga Diklat Polri itu tercatat Rp 4,68 miliar.

3. Komjen Anang Iskandar terakhir melaporkan kekayaan saat menjabat sebagai Kepala BNN pada November 2009. Komjen Nanang yang sampai saat ini masih menjabat sebagai Kepala BNN mempunyai kekayaan Rp 2,4 miliar.

4. Irjen Putut Eko Bayuseno terakhir melaporkan kekayaan saat menjabat sebagai Kapolres Jember. Dalam LHKPN yang diberikan pada tahun 2002 itu, jumlah kekayaannya tercatat sebesar Rp. 482 juta. Saat ini Putut menduduki posisi sebagai Kapolda Metro Jaya. Saat menduduki beberapa posisi lain, Putut tidak pernah melaporkan harta kekayaan. Posisi itu antara lain Ajudan Presiden, Kapolda Banten, dan Kapolda Jabar.

5. Irjen Tubagus Anis Angkawijaya terakhir melaporkan kekayaan saat duduk sebagai Kapolda Sulawesi Tenggara pada 2013. Total kekayaannya berjumlah Rp 1,85 miliar. Saat ini Anis beposisi sebagai kepala divisi IT Mabes Polri.

6. Irjen Anas Yusuf sampai saat ini tidak ada dalam kumpulan data LHKPN di web KPK. Sehingga tidak diketahui waktu terakhir pelaporan kekayaan dan jumlah kekayaan Wakabareskrim itu.

7. Irjen Arief Wahyunandi juga sampai sat ini tidak ada dalam kumpulan data LHKPN di web KPK. Tidak diketahui waktu terakhir pelaporan kekayaan dan jumlah kekayaan Kapolda Bali itu.

8. Irjen Saud Usman terakhir menyerahkan LHKPN pada Januari 2013 saat menjabat sebagai Wakabareskrim Mabes Polri. Total kekayaan yang tercatat Rp 12,67 miliar dan USD 100 ribu. Saat ini Irjen Saud Usman duduk sebagai Kapolda Sumatera Selatan.

9. Komjen Badrodin Haiti melaporkan kekayaannya pada Oktober 2012 saat menjabat sebagai asisten operasi Kapolri. Total kekayaan yang tercatat Rp 5,83 miliar dan USD 4000. Saat ini Komjen Badrodin Haiti masih menjabat sebagai Kabaharkam Mabes Polri.

(kha/lh)


Berita Terkait