Kerumunan pengunjung di lapak pedagang kaus 'Jokowi Presiden 2014' bubar ketika Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ke luar dari arena Rapat Kerja Nasional III Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, di Eco Park Convention, Ancol, Jakarta Utara Sabtu (7/9) lalu.
Jokowi langsung diserbu pengunjung yang mengajak bersalaman maupun foto bareng. Mereka beradu cepat dengan para kuli tinta yang juga ingin wawancara Jokowi.
Sepuluh menit setelah Jokowi berlalu, dua petugas keamanan mendatangi dan memaksa agar lapak pedagang kaus 'Jokowi Presiden 2014' dibubarkan. Pedagang yang mengatasnamakan Barisan Relawan Jokowi Presiden ( BARA JP) 2014 itu pun kaget.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jangan mentang–mentang jual kaus Jokowi kalian seenaknya,” petugas keamanan yang lain menimpali dengan suara tak kalah keras.
Mendengar hardikan petugas keamanan tersebut, para relawan langsung membereskan dagangannya dan bersiap untuk mengamankan kausnya. Sikap petugas yang terkesan tak sabar, dan main bentak membuat para relawan juga tersulut emosi.
“Diam, saya paham. Kami jualan juga bukan untuk cari makan,” kata Vivi, 38 tahun salah satu pedagang dengan suara tinggi. Dia pun mengajak rekannnya memindahkan kaos dagangan, dan menutup lapak yang telah digelar sejak hari pertama pelaksanaan Rakernas tersebut.
Sekretaris Jenderal Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014, Ferdy Semaun menuding, ada pihak yang menekan petugas keamanan Ancol untuk menggusur lapak mereka. Pasalnya sejak hari pertama, baik Satgas maupun panitia Rakernas tak mempermasalahkan dagangan kaus Jokowi.
Bahkan beberapa Satgas dan panitia turut 'nongkrong' bareng relawan karena memang masih memiliki hubungan secara organisasi.
“Dari kemarin gak ada masalah, udah mau penutupan malah gini (digusur). Mau jualan di bawah (sebelah kiri gedung) tapi sudah penuh,” kata Ferdy saat berbincang dengan detikcom usai membereskan kaus dagangannya Sabtu, (7/9) lalu.
Menurut Ferdy, berjualan kaus merupakan salah satu cara mereka untuk menyampaikan aspirasi. Melalui kaus itu pula masyarakat lain diajak mendukung Jokowi menjadi Presiden Republik Indonesia pada Pemilihan Umum 2014 mendatang.
Kini para relawan telah memproduksi sebanyak 5.000 kaus, yang kemudian disebar ke berbagai daerah di Indonesia hingga ke luar negeri seperti Hongkong.
Awalnya, penjualan kaus dilakukan secara online dan menggunakan jejaring sosial. Pembelinya sebagian besar merupakan anggota relawan BARA JP. Mereka baru memutuskan membuka lapak saat ada Rakernas yang dihadiri banyak kader PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia.
Menurut Ferdy, ada 2000 kaus yang dijual di arena Rakernas PDI Perjuangan pekan lalu. Kaus itu berwarna putih dengan desain depan gambar Jokowi, dan tulisan Jokowi 2014, sementara di bagian belakang terdapat logo BARA JP.
Selain itu, ada juga kaus dari Jakarta Baru Cepat Tanggap (JBCT). Di bagian depan kaos ini bertuliskan 'Menuju Indonesia Baru', lengkap dengan gambar Jokowi. Sementara di bagian belakang tertulis “2014 He Is my President”.
Kedua desain kaus tersebut dibanderol seharga Rp 50 ribu. Sejak hari pertama Rakernas kaus dengan gambar Jokowi banyak diserbu pengunjung.
“Sampai sekarang, yang hari ini sudah laku 1500 kaus,” kata bapak tiga anak ini. Menurut Ferdy, modal pembuatan kaos tersebut diperoleh dari saweran relawan.
Rencananya hasil dari penjualan kaus tersebut akan digunakan kembali untuk memproduksi dan memperbanyak kaus 'Jokowi 2014'. Sisanya digunakan untuk biaya operasional BARA JP.
Meski lapak telah tergusur, Ferdy dan kawan–kawan tetap bertekad untuk menggalang dukungan bagi Jokowi. Salah satunya dengan cara menjual kaus melalui media sosial. Mereka juga akan mencari tempat yang dapat dijadikan sebagai gerai kaus Jokowi.
Menjelang Maghrib, Ferdy, Vivi dan beberapa orang lainnya menggelar dagangan mereka di samping gedung. Mereka bergabung dengan pedagang lainnya. “Jualan ini bukan prioritas, prioritasnya menggalang dukungan,” kata Ferdy.
(erd/erd)











































