"Iya, ternyata belum satu bulan menjabat sudah mau diturunin, ha-ha-ha. Saya mau diturunin, disidang sama 50 orang, bisa ketawa-tawa," kata Risma mengenang awal masa kepemimpinanya menjadi Wali Kota Surabaya, seperti dikutip dari Majalah Detik edisi 93 yang terbit Senin (9/9/2013).
Namun Risma tak takut menghadapi para anggota dewan. Dia menjalani dengan tenang dan menjelaskan kepada anggota dewan tentang program-programnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan sebenarnya sejak awal dia tidak mau menjadi Wali Kota Surabaya. Namun karena banyak dukungan akhirnya dia mau diusung PDIP duet dengan Bambang DH.
"Saya dulu juga ndak mau kok. Tapi sekarang dengan DPRD ndak ada masalah," kisah sarjana arsitektur ITS ini.
Kisah 'Super Wali' bisa didownload gratis di edisi terbaru Majalah Detik.
(van/nrl)










































