"Nanti ya mas, masih shock," ujar Wastiah di rumah duka, Jl Gudang Laut No 12, RT 002/07, Kelurahan Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, Senin (9/9/2013).
Tampak tiga buah karangan bunga terpasang di depan rumah duka. Wastiah tak banyak berkata-kata. Dirinya hanya duduk sambil sesekali menyalami tamu yang datang. Gurat kesedihan di raut wajah wanita berkerudung hitam itu tak dapat disembunyikan. Wastiah seakan sangat terpukul.
Tetangga sebelah korban, Cindi, rumah duka itu adalah milik ibu Baikem. Sementara Wastiah sudah bekerja kepada Baikem sejak lama. Bahkan Nurman pun lahir dan besar di rumah milik Baikem tersebut. Baikem telah mengganggap Wastiah dan Nurmansyah seperti keluarga.
"Ibunya udah lama di sini, ada 50 tahunan. Udah kayak saudara lah, udah bukan siapa-siapa lagi. Kalau Nurman-nya ya ikut tinggal di sini juga," kata Cindi.
Cindi menambahkan, Nurman meninggalkan seorang istri bernama Ani Kusmawati (22) dan seorang anak laki-laki bernama Rizki yang masih berusia dua tahun. Ani pun tak banyak berkata-kata, dirinya lebih banyak di dalam rumah dan sesekali keluar menyalami tamu yang datang.
(dha/rmd)











































