Dalam pidato politik di pembukan Rakeras III di Ancol, Jakarta, Jumat (6/9) lalu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memastikan partainya sudah mempersiapkan calon pemimpin. Salah satu kader potensial yang disebut adalah Joko Widodo.
Namun tak disinggung sama sekali sosok Risma yang dicintai masyarakat Surabaya. Meski Mega menyebut dua nama gubernur, yakni Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jokowi. Mega juga memasukkan nama putrinya, Puan Maharani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu kenapa nama Risma tak disebut? Apakah hubungan Mega dan Risma ada persoalan? Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait membantah hal ini. Maruarar menegaskan bahwa hubungan keduanya sangat baik. Risma juga sangat menghormati Mega sebagai Ketum PDIP.
Hubungan tak dinamis Mega dengan sejumlah elite PDIP memang cukup jadi perhatian. Belakangan Mega mencoret Rustriningsih dari bursa calon gubernur Jateng. Rumor keretakan hubungan Mega dan Rustri pun mengemuka.
Rustriningsih bahkan sempat hadir menemui panggilan komite konvensi capres PD, meskipun kemudian Rustri menolak ikut konvensi, atas nama loyalitas ke PDIP. Semoga kejadian ini tak terjadi para Risma yang dikenal pro rakyat dan hobi blusukan seperti Jokowi.
(van/nrl)










































