Warga AS di Indonesia Nyoblos Pilpres Lewat Pos
Rabu, 03 Nov 2004 11:06 WIB
Denpasar - Beda negara, beda sistemnya. Warga AS di Indonesia tidak ada yang berbondong-bondong ke kantor Kedubes atau Konjen untuk mencoblos Pilpres. Mereka menyalurkan hak memilihnya lewat pos."Kalau sistem Indonesia, warganya yang di luar negeri kan datang ke kantor perwakilan negaranya, ada TPS (tempat pemungutan suara). Tapi kalau sistem AS, warganya yang di luar negeri memilih lewat pos, dialamatkan kepada pihak berwenang di daerah tempat tinggal mereka."Demikian tutur seorang staf Konsulat Jenderal (Konjen) AS di Bali yang tidak bersedia disebutkan namanya saat dihubungi detikcom melalui telepon, Rabu (3/11/2004)."Wewenang Pemilu dalam sistem AS ada pada daerah. Begitu pula pengurusan Pemilu ada pada daerah. Kedubes dan Konjen hanya membantu memberi informasi di mana harus mendaftar," urai pria warga AS ini dengan logat bule kental namun fasih berbahasa Indonesia.Berdasarkan pengamatan detikcom pukul 12.00 WITA, Kantor Konjen AS di Bali jalan Hayam Wuruk Denpasar, tempat Agen Konsulat Joshua N Finch bekerja ini memang tampak sepi-sepi saja. Tidak ada aktivitas warga AS yang berbondong-bondong ataupun antre untuk mencoblos.Tentu saja pemandangan tersebut jauh berbeda saat Indonesia menggelar Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden. Warga Indonesia yang ada di luar negeri memenuhi kantor Kedubes dan Konjen. Mereka pun antre untuk mencoblos. Senda gurau dan saling menjagokan pilihannya menghangatkan suasana. Meski demikian, beberapa pemilih memang ada juga yang menggunakan hak pilih melalui jasa pos.Kembali ke suasana Pemilu AS di Bali, di depan gerbang Konjen AS hanya tampak 2 petugas keamanan dalam yang berjaga-jaga. Terlihat juga beberapa buruh bangunan sedang merenovasi kantor.Salah seorang petugas bernama Anak Agung Gede Raka Sujana menuturkan, suasana Pemilu AS di Bali pada tahun ini sama dengan Pemilu AS di Bali empat tahun lalu."Di sini juga nggak ada TPS kok, nggak ada kotak suara ataupun surat suara untuk nyoblos. Begitu juga Pemilu 4 tahun lalu. Tidak ada pemilihan di sini, semua melalui pos," katanya.
(sss/)











































