Pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengklarifikasi mengenai kesimpang-siuran jumlah penumpang mobil Avanza dan Gran Max yang mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi.
"Proses pengumpulan data itu kan sambil berjalan terus, sambil evakuasi dan mencari saksi-saksi. Itu kan perlu waktu, sehingga wajar kalau ada perbedaan. Jangan dibuat polemik," ujar Kasubdit Penegakkan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono kepada detikcom, Minggu (8/9/2013).
Hindarsono mengatakan, banyaknya korban tewas membuat polisi harus memfokuskan untuk mengevakuasi korban lebih dulu ke rumah saki. Sementara itu berjalan, polisi juga mencari keterangan saksi untuk mengetahui jumlah penumpang yang ada di mobil Lancer, Gran Max dan Toyota Avanza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Hindarsono memastikan bahwa penumpang mobil Mitsubishi Lancer ada 2 orang, termasuk pengemudi. Kemudian jumlah penumpang Gran Max ada 13 orang, termasuk sopir.
"Kalau penumpang Avanza itu 2 orang, pasangan suami istri. Mereka tidak mengalami luka-luka," imbuhnya.
Kemudian, total korban dalam kecelakaan tersebut ada 15 orang. 6 orang di antaranya meninggal dunia dan 9 lainnya mengalami luka berat.
"Yang meninggal dunia semua dari penumpang Gran Max, kemudian di mobil Lancer dua-duanya luka dan 7 orang luka lainnya, juga penumpang Gran Max," tukasnya.
(mei/ndr)










































