"Baru saja ku salip dua mobil rombongan, salah satu mobil Dinas Perhubungan menghentikan mobilku. Terus dari mobil Kijang Innova BK 9374 T keluar sekitar 5 orang dan memukuli aku," ungkap karyawan swasta Heri Bernad Duha kepada detikcom, Minggu (8/9/2013) malam.
Peristiwa itu terjadi Minggu (8/9) sekitar pukul 20.30 WIB, di jalan lintas Sumatera tepatnya di desa Tiga Balata. Penganiayaan berawal ketika Heri (42) yang mengendarai mobil Kijang Innova B 1967 SRL melintas dari Padang Sidempuan menuju kota Pematangsiantar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heri mengaku sangat menyesalkan perbuatan pelaku. Penganiayaan dilakukan hanya karena masalah kecil. "Aku berani menyalip karena ku lihat kenderaan lain diluar kenderaan rombongan ikut menyalip," ujarnya.
Tak terima dengan perbuatan pelaku, Heri akhirnya membuat laporan pengaduan ke Polsek Tiga Balata. Sayangnya pengaduan korban tidak diterima. Polisi menyarankan agar korban melaporkan ke Polres Simalungun di Pematang Raya. Sementara kepala dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Infokom) Pemkab Simalungun Mixnon Andreas Simamora membatah adanya penganiayaan.
"Dia berusaha melarikan diri setelah menyerempet salah satu mobil dinas. Melihat melarikan diri, mobil patroli dinas perhubungan mengejar dan menghentikan dia. Tapi tidak ada penganiayaan," jelas Mixnon Andreas Simamora.
(rna/rna)










































