Salah seorang perwakilan dari Republik Cinta Management (RCM), Mira, tampak meninggalkan RS Meilia di Jl Alternatif Cibubur KM 1, Depok, sekitar pukul 17.30 WIB, Minggu (8/9/2013). Tak diketahui sejak kapan Mira berada di RS tersebut. Namun mobil Avanza hitam bernopol F 1680 CO yang ditumpanginya memang telah terparkir cukup lama di halaman parkir depan RS.
Saat keluar dari RS, Mira enggan memberi komentar
sedikitpun. Dia hanya menemui beberapa orang rekan sekantor para korban yang duduk-duduk dekat halaman parkir. Para rekan korban juga enggan memberi komentar saat dimintai tanggapan oleh wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istri Zulheri, Sri Rahayu juga mengatakan pihak rumah sakit mengungkapkan jika pihak Ahmad Dhani telah menandatangani komitmen pertanggungjawaban terhadap para korban.
"Dari manajemen katanya sudah tanda tangan, jadi segala sesuatu ditangani ditanggung pihak Ahmad Dhani. Saya sendiri juga belum ketemu. Saya sih berharapnya begitu, karena kan dia juga dapat musibah," tutur Sri.
Kecelakaan maut terjadi sekitar pukul 00.45 WIB tengah malam tadi di Tol Jagorawi. Mitsubishi Lancer yang dikemudikan anak Ahmad Dhani, Abdul Qadir Jailani alias Dul dari arah Bogor menuju Jakarta tiba-tiba keluar jalur menerobos pembatas, lalu menghantam Gran Max dari arah Jakarta di KM 8+200. Gran Max nahas tersebut berisi 13 orang, termasuk Zulheri. Setelah ditabrak Lancer, Gran Max tersebut langsung terdorong mundur. Nahas, sebuah Avanza di belakangnya tak kuasa berhenti, langsung menabrak Gran Max yang terhempas.
Akibat kecelakaan beruntun itu, 6 orang penumpang Gran Max tewas. 9 Orang luka-luka, termasuk Dul dan temannya Noval Samudra.
Korban luka dirawat di RS Meilia Cibubur, RS Mitra Keluarga Cibubur, dan RS Pondok Indah. Sementara korban tewas dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jaktim.
Korban meninggal adalah Agus Wahyudi Hartono (40), Rizky Aditya Santoso (20), Agus Surahman (31), Agus Komara (42), dan Nurmansyah.
Korban luka bernama Abdul Kadir Mukri (27), Pardomoan Sinaga (35), Pujowidodo, Zulheri, Robi, Ahmad Abdul Qodir Jaelani, Noval S, Wahyudi, dan Nugroho Laksono.
(rmd/ahy)











































