Petugas yang berada di atas tiga perahu karet dan kayu sudah berupaya menggiring lumba-lumba itu ke arah hilir sungai, menuju laut. Namun ketiga mamalia ini balik lagi ke posisinya semula di tengah alur Sungai Wampu yang berada di Desa Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Langkat.
“Lumba-lumba itu tidak mau ikut. Mereka kembali lagi ke tempatnya semula,” kata Kepala Seksi Wilayah 2 Stabat, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Herbert Aritonang kepada wartawan di lokasi, Sabtu (7/9/2013) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait situasi ini, maka tim evakuasi yang berasal dari berbagai lembaga pemerintahan dan masyarakat, tengah merencanakan langkah berikutnya. Terbuka peluang akan diambil tindakan evakuasi dengan menggunakan stretcher, alat angkat semacam tandu yang khusus untuk lumba-lumba.
“Alat itu ada dibawa tim yang dari Jakarta Animal Aid Network,” kata Herbert.
Tekniknya, ketiga lumba-lumba akan dilokalisir ke daerah yang aman dengan kapal dan jaring. Selanjutnya dievakuasi dengan stretcher itu dan dibawa ke laut naik perahu.
Semua opsi yang ada tengah dibahas tim yang masih rapat di Mapolsek Secanggang. Nantinya hasil rapat yang menentukan opsi yang akan diambil dalam upaya mengembalikan lumba-lumba itu ke habitatnya di laut yang berjarak sekitar 15 kilometer dari lokasinya tersesat sekarang.
(rul/rvk)










































