Kepala Seksi Wilayah 2 Stabat, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Herbert Aritonang menyebutkan, ada dua dugaan sementara yang menyebabkan lumba-lumba itu masuk ke sungai.
โPertama diburu predator, ikan hiu. Karena musim pasang, banyak ikan hiu, dan lumba-lumba menyelematkan diri hingga masuk ke muara sungai. Kedua karena mengejar kelompok ikan makanannya,โ kata Herbert di pinggiran Sungai Wampu di Desa Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Langkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
โTetapi ahlinya yang lebih tahu, apa kira-kira penyebab lumba-lumba ini tersesat,โ tukas Herbert.
Dalam upaya penggiringan ketiga lumba-lumba itu kembali ke laut, maka digunakan perahu karet dan kayu yang tidak menggunakan mesin. Selain itu, sepanjang 15 kilometer jalur dari lokasi lumba-lumba saat ini hingga ke laut, seluruh mesin yang ada di sungai diminta untuk dimatikan, tidak boleh menyala.
Keberadaan ribuan orang di pinggiran sungai yang menyaksikan lumba-lumba itu juga menjadi persoalan. Warga antusias datang untuk menyaksikan kejadian yang relatif langka itu.
Ikan lumba-lumba jenis mulut botol itu mulai terlihat di sungai pada Kamis (5/9), saat itu hanya satu ekor. Sehari kemudian jumlahnya bertambah menjadi tiga ekor, dan masih bertahan sampai hari ini.
(rul/rvk)











































