"Mayoritas menghendaki Jokowi sebagai capres. Ada juga yang mengusulkan Megawati atau Puan, tapi lebih banyak Jokowi," kata Ketua DPD PDIP Sumatra Utara Panda Nababan di Econvention Building, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (7/9/2013).
Panda mengungkapkan itu usai rapat dengar aspirasi daerah di Rakernas PDIP III di hari kedua ini. Dukungan terhadap pencapresan Jokowi datang dari kader berbagai DPD, tak terbatas pada kader wilayah Jawa saja.
"Orang Kalimantan itu kan Dayak dan Banjar, juga minta Jokowi. Kemudian ada Aceh juga terus terang mereka dukung Jokowi," ungkapnya.
Ini agak berbeda dengan yang disampaikan pemimpin rapat tersebut, Andreas Huga Pareira. Sekretaris Steering Committee ini menyatakan dukungan terhadap Jokowi belum terlalu masif.
"Kalau saya lihat tadi itu belum semua mendukung, misalnya, Pak Jokowi. Masih normal saja. Saya belum bisa mengatakan dukungan itu terbilang luar biasa sekali," kata Andreas.
Panda Nababan menyatakan, deklarasi pencapresan PDIP sebaiknya dilaksanakan akhir tahun ini atau awal tahun saat ulang tahun PDIP, 10 Januari 2013.
"Kalau gaya-gaya Jawa nih, alon-alon asal kelakon. Ini kita orang Sumatera maunya cepat," ucapnya.
Dirinya menilai Jokowi telah cukup berpengalaman memimpin Solo dan DKI Jakarta. Bekal ini bisa mengantarkannya memimpin Indonesia. Dirinya membandingkan kepemimpinan Jokowi di DKI dengan masa kepemimpinan Fauzi Bowo dahulu.
"Selama ini Fauzi Bowo kerja apa? Pasar Tanah Abang (waktu Fauzi Bowo memimpin) semrawut, masalah Waduk Pluit, dan sebagainya," ucapnya.
(dnu/rvk)











































