Imbasnya para pedagang menganggur sampai mereka mendapat kios baru di blok G. Selama satu bulan itu mereka bertahan hidup dengan berbagai cara, mulai dari utang ke teman hingga pakai modal dagang.
Rusli (45) pedagang yang biasa menjual baju gamis ini mengaku dalam satu hari dia harus mengeluarkan uang Rp 250 ribu. Saat kena gusur, Rusli menggunakan keuntungan dagangnya untuk menutupi biaya hidup sehari-hari hingga akhirnya bisa berjualan lagi di Blok G.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Rusli juga main arisan. Kebetulan saat menganggur dirinya kebagian jatah menarik arisan.
"Main arisan, pinjam sana pinjam sini," ujarnya.
Sama halnya dengan Rusli, Upi damayanti (49) pedagang aksesoris mengaku bertahan hidup menggunakan keuntungan dari penjualan sebelumnya.
"Kita orang dagang punya tabungan, kita tahu pasaran. Orang belanja abis lebaran kan sepi jadi emang sudah siap-siap," kata ibu 3 anak ini.
Rusni (33) pedagang di kios lantai paling atas ini mengaku melakukan berbagai cara agar bisa menghidupi keluarganya. Ayahh beranak satu ini berdagang di pasar malam.
"Usaha lain, kadang ikut pasar malam, pasar pagi," kata pria yang berdagang sepatu ini.
Dia ikut keliling bersama rombongan dan membayar sewa lapak Rp 15 ribu per malam.
(slm/gah)










































