"Suara di Jawa Tengah, ya biasa-biasa saja. Kalau waktunya salat zuhur, belum waktunya salat maghrib," kata Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPD PDIP Jawa Tengah M Prakosa, Sabtu (7/9/2013).
Prakosa menyatakan analogi momentum deklarasi capres itu saat ditanyai wartawan soal dukungan terhadap Jokowi di kalangan kader PDIP Jateng. Dirinya berbicara di sela-sela Rakernas III PDIP di Econvention Bulding, Ancol, Jakarta Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut pandangan saya, deklarasi harus setelah Pileg. Seperti sekarang ada konvensi dari partai lain, nanti dapat calon yang diusung. Tiba-tiba kalau dapat suara cuma 7 persen di Pileg bagaimana? Tidak bisa mencalonkan capres dan cawapres," tuturnya.
(dnu/van)











































