Mereka adalah pedagang di lantai dasar blok G Tanah Abang los ikan dan daging. Naik ke lantai 1 terlihat sejumlah pedagang pakaian. Sebagian mereka terlihat santai menunggu pembeli datang.
Ya, Pasar Tanah Abang Blok G telah direnovasi oleh Gubernur DKI Jakkarta Joko Widodo sehingga tampak lebih cantik dan nyaman. Blok ini dikhususkan untuk para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang satu bulan lalu ditertibkan oleh Pemprov DKI Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadim (32) pedagang sandal ini mengaku sejak pindah penghasilannya berkurang. Saat dagang di kaki lima sehari dia bisa meraup untung Rp 200 ribu, di kios yang baru ini penghasilan maksimal Rp 40 ribu.
Selain itu biasanya setiap seminggu sekali dia bisa mengirimkan uang kepada anak istri di kampung kini harus berhenti sementara.
"Nunggu keadaan normal lagi baru bisa kirim. Ini kan baru seminggu jadi kita juga belum tahu, kalau sekarang buat makan saja kurang," kata Hadim di pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (7/8/2013).
Pria asal Cirebon yang sudah berdagang sejak 2011 ini mengatakan akan patuh pada aturan yang dibuat pemerintah. Hadim berharap semoga ke depannya pengunjung Blok G bisa ramai.
"Kita patuh saja sama pemerintah, namanya juga orang kecil," ujar pria yang menempati kios di lantai 1 ini.
Sama halnya dengan Hadim, Rusni (33) pedagang yang mendapat jatah kios paling atas di lantai 3 ini mengaku sepi pembeli. Rusni bahkan menagih janji Pemprov yang ingin membangunkan jembatan penghubung dari Blok F ke Blok G.
"Katanya jembatan sama lift mau dibikin tapi belum. Lampu juga belum terang, eskalator juga dijanjiin tapi belum dibangun," kata pria beranak satu ini.
Rusni mengaku belum mendapatkan penglaris dari sejak pindah seminggu lalu. Rusni maklum karena dapat jatah kios paling atas mungkin pembeli malas jika harus naik tangga.
"Dari sejak pindah sampai sekarang belum ada pembeli satupun. Pembelinya mungkin segan naik sampai sini," katanya.
Untuk menyiasati sepinya pembeli, maka Rusni bergabung bersama dengan pegadang pasar malam. Dari sini dia bisa mendapat keuntungan hingga Rp 500 ribu permalam.
"Usaha lain, kadang ikut pasar malam. Bayar lapak Rp 10 ribu omsetnya Rp 500 ribu semalam," ujar Rusni.
Lain halnya dengan Rusni dan Hadim, Upi Damayanti (49) justru bersyukur bisa pindah ke Blok G. Suasana yang nyaman dan terhindar dari hujan menjadi alasan dia untuk pindah.
"Beda sama di kaki lima dulu, kalau sekarang enggak kehujanan eggak kepanasan," kata ibu yang berdagang aksesoris ini.
Upi maklum jika saat ini pembeli yang datang ke blok G masih sepi. Dia yakin ke depannya pengunjung akan ramai.
"Kita kan tahu pasaran, kalau habis lebaran gini kan pengunjung agak berkurang," ujar perempuan yang sudah berdagang sejak 2004 ini.
(slm/gah)










































