"Saya mengharapkan bupati di Indonesia warga NU semua, dari semua partai baik itu Partai Demokrat, Golkar, PDIP mau saya ketua partainya NU semua," ujar Said Aqil Siroj saat Konpers di lokasi.
"Termasuk Presiden, Amin," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"NU tidak boleh berpolitik tapi warga NU ya harus berpolitik, politik manusiawi, manusia berpolitik sejak lahir, ketika menanyakan apa, dengan siapa, mau kemana, itu namanya pertanyaan politik," tuturnya
Sebagai lembaga Agama Islam, sejatinya NU didirikan untuk membangun politik. Tapi dalam hal ini bukan berarti NU terseret dalam dukung mendukung politik praktis.
"Nawaitunya NU didirikan untuk membangun politik. Baik politik persatuan, kebangsaan, dan kenegaraan namun tidak dalam hal dukung mendukung politik praktis, baik itu Pileg, Pilbub, Pilwali, Pilgub sampai Pilpres," Pungkasnya.
Saidpun tetap menegaskan, untuk NU tidak akan menjadi kendaraan politik, tapi warga NU-nya harus berpolitik dan kendaraanya partai politik.
(fan/van)











































