"Politik tingkat tinggi di sini adalah politik kenegaraan, politik kerakyatan, dan politik etika," kata Rais 'Aam PBNU Ahmad Muhammad Sahal Mahfudh, dalam khutbah iftitahnya di pembukaan Rapat Pleno PBNU di lokasi.
Sahal melanjutkan NU diharapkan bisa meningkatkan peranannya dalam membantu pemerintah di bidang pemberdayaan masyarakat. Di dalam pernyataan yang di bawakan Rais 'Aam, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj memberikan pembenaranya.
"NU secara lembaga tidak boleh terseret dalam dukung mendukung politik praktis, baik itu Pileg, Pilbub atau Pilwali, serta Pilgub sampai Pilpres. Kalau ada orang NU berpolitik itu wajar, tapi jangan membawa-bawa organisasi," tegas Kiai Said dalam jumpa pers seusai pembukaan.
Dalam penjelasanya Said mengatakan, Tanfidziyah PBNU siap menjalankan instruksi Rais 'Aam seperti yang tertuang dalam AD/ART organisasi, yaitu sanksi untuk pengurus harian yang terlibat dalam politik praktis.
(fan/van)











































