Janda Kalut di Semarang Dilanda Cemburu Nekat Panjat Sutet

Janda Kalut di Semarang Dilanda Cemburu Nekat Panjat Sutet

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 07 Sep 2013 11:08 WIB
Janda Kalut di Semarang Dilanda Cemburu Nekat Panjat Sutet
Yulianti yang kalut panjat Sutet (Angling/ detikcom)
Semarang - Janda berusia 25 tahun melakukan percobaan bunuh diri karena cemburu kepada calon suaminya. Wanita bernama Yulianti itu memanjat sutet setinggi 50 meter di Kelurahan Terboyo, Kecamatan Gayamsari.

Menurut keterangan pemilik warung di sekitar lokasi, Waluyo (50), wanita asli Weleri, Kendal itu datang sekitar pukul 08.00 WIB dan turun dari angkutan umum di depan warungnya. Saat itu terlihat Yulianti membawa pisau dapur dan langsung menuju ke arah tower yang tidak jauh dari rel dan jalan Kaligawe.

"Berhenti di depan warung, bawa pisau langsung ke arah sana (tower)," kata Waluyo di lokasi, Sabtu (7/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanpa diketahui warga tiba-tiba Yulianti sudah berada di tengah tower. Tidak diketahui apakah pisau yang tadinya dibawa masih berada di tangannya. Namun janda anak dua tersebut tetap memanjat hingga ke puncak.

Warga yang mengetahui peristiwa tersebut berkerumun di bawah termasuk calon suaminya, Pramono (34). Menurut Pramono, Yulianti nekat berusaha bunuh diri karena cemburu pada mantan istrinya yang menghubungi lewat handphone.

"Dia memang sering cemburu, makanya saya tidak bawa handphone, dia yang bawa. Terus mantan istri saya nelpon mau nagih hutang ke saya Rp 2 juta," ujarnya.

"Selama ini tinggal sama saya di dekat polsek Genuk," imbuh Pramono.

Sejak menjalin hubungan satu tahun lalu, lanjut Pramono, calon istrinya itu memang kerap mencoba bunuh diri karena cemburu. Namun ia berhasil meyakinkan Yulianti untuk mengurungkan niatnya.

"Sudah berkali-kali mau bunuh diri pakai pisau. Kali ini saya kaget dikabari saat mau berangkat kerja dia sudah ada di atas tower," pungkasnya.

Saat ini Tim SAR berusaha menyelamatkan Yulianti, empat petugas menaiki tower dan bernegosiasi agar ia mau diajak turun. Terlihat beberapa kali Yulianti memukuli kepalanya sendiri sambil menangis. Sementara itu Pramono dan kerabat Yulianti berbicara melalui pengeras suara.

(alg/gah)


Berita Terkait