"Dari rahim cinta-kasih PDI Perjuangan, kini banyak lahir deretan pemimpin muda potensial, seperti Jokowi," kata Mega dalam pidato politik di pembukaan Rakernas PDIP di Ancol, Jumat (6/9) kemarin.
Pernyataan tersebut dilontarkan Mega saat menyuarakan semangat regenerasi di PDIP. Lahirnya tokoh seperti Jokowi dinilai Mega adalah buah manis dari perjalanan panjang regenerasi di internal PDIP selama 10 tahun terakhir.
Dalam teks pidato asli Mega yang disusun timnya sebenarnya hanya ada nama Jokowi sebagai kader PDIP yang potensial. Namun dalam ucapan pidatonya, Mega menambahkan sejumlah tokoh lain seperti putrinya, Ketua DPP PDIP Puan Maharani, Gubernur Jateng dari PDIP Ganjar Pranowo, dan Wagub Banten Rano Karno. Memang faktanya saat ini Jokowi lah yang memuncaki survei capres. Sejumlah DPC dan DPD PDIP yang hadir di Rakernas yang digelar 6-8 September ini juga tak malu menyuarakan mendukung pencapresan Jokowi.
Di pembukaan Rakernas PDIP tersebut, Mega juga memberikan kepercayaan kepada Jokowi untuk membacakan 'Dedication of Life' Soekarno. Mega menyampaikan pesannya bahwa dedication of life Presiden RI Pertama tersebut sengaja dibacakan Jokowi untuk menunjukkan bahwa regenerasi kepemimpinan di PDIP harus berjalan.
Namun Jokowi tetaplah orang yang sederhana. Jokowi tak lupa daratan lantaran disebut sebagai tokoh potensial oleh Ketua Umum PDIP yang belakangan sangat dekat dengannya tersebut.
"Yang DPD potensial banyak, Mba Puan (Maharani), Mas Ganjar (Pranowo), Mba Rieke (Dyah Pitaloka), Mas Ara (Maruarar Sirait)," kata Jokowi di Econvention Building, Ancol, Jumat (6/9/2013).
"PDIP kader potensial itu buanyak," sambungnya lagi sembari tertawa khas.
(van/gah)











































