"Ada kerusakan 16.936 surat suara. Prosentasenya masih kecil dari 2,8 juta surat suara yang dicetak yakni tidak sampai 1 persen," kata Ketua KPUD Kaltim, Andi Sunandar kepada wartawan, Sabtu (7/9/2013).
Andi menilai, jumlah kerusakan surat suara itu sangat wajar dan berada jauh dari batas toleransi 2,5 persen, mengingat pihaknya sudah melakukan sortir yang sangat ketat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah kita kirim surat suara pengganti dari percetakan. Saya kira kita berharap masalah logistik khususnya surat suara yang tidak bisa tergantikan dengan material yg lain, sudah teratasi," tambahnya.
Untuk menghindari kemungkinan adanya protes dari berbagai pihak mengenai transparansi penanganan kerusakan surat suara, Andi menyebutkan surat suara rusak tersebut telah dibuatkan berita acara bersama.
"Surat suara rusak menjadi dokumen dan dibuat berita acara disaksikan seluruh tim pasangan calon," sebut Andi.
Lantas, bagaimana dengan proses pendistribusian surat suara ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) hingga ke TPS, mengingat kondisi geografis di Kaltim termasuk di Kaltara tidak mudah untuk dijangkau alat transportasi, Andi memastikan seluruh logistik sudah tiba di PPS jauh hari sebelumnya.
"Seluruh logistik mendekati H-10 sudah sampai ke PPS. Pada H-1 sudah ada di TPS masing-masing, ini sudah ketentuan," tegas Andi.
Sekadar diketahui, Pilgub Kaltim diikuti 3 pasang kandidat yakni Awang Faroek Ishak-Mukmin Faisyal yang diusung 10 parpol antara lain Partai Golkar, Partai PKB, PAN hingga Hanura. Sementara kandidat Farid Wadjdy-Aji Sofyan Alex, diusung PPP.
Sedangkan pasangan Imdaad Hamid-Ipong Muchlissoni adalah pasangan independen namun bergerak dengan menggunakan perahu politik Partai Gerindra.
Pilgub Kaltim yang digelar 10 September 2013 mendatang memiliki DPT 2.794.297 pemilih yang terdiri dari 1.478.885 laki-laki dan 1.315.412 perempuan, yang tersebar pada 8.082 TPS di 152 kecamatan serta 1.432 desa.
(fdn/fdn)










































