Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU) akan dilangsungkan di Pondok Pesantren Universitas Saint Al Quran (UNSIQ), Kalibeber, Wonsobo, Jawa Tengah 6-8 September 2013.
Selain mengagendakan pembahasan permasalahan internal dan eksternal organisasi, kegiatan halalbihalal dan istighotsah akbar akan menjadi pembuka sebelum rapat pleno dimulai.
Beberapa karangan bunga telah berjejer menghiasi UNSIQ menyambut diselenggarakanya Rapar Pleno PBNU. Terdapat sekitar 5 karangan bunga dari berbagai partai seperti PDIP, Partai Demokrat, PPP, Gerindra, dan Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rapat Pleno akan secara resmi dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada 6 September malam. Sebagai rangkaian pembukaan dan halalbihalal, akan dilangsungkan mujahadan ulama dan istighotsah akbar.
"Meskipun statusnya pengurus PBNU, kami ini tidak setiap saat bisa bertemu, karena memang ada beberapa yang tinggal di luar kota. Mumpung ini semuanya akan bertemu, di sini kami akan saling bermaaf-maafan," tuturnya.
Sebelum dimulainya acara, hampir seluruh peserta rapat pleno yang berjumlah sekitar 200 orang sudah hadir di lokasi. Diantaranya para pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah, Mustasyar dan A’wan, serta Ketua di semua lembaga, Lajnah, dan Badan Otonom (Banom) di bawah naungan PBNU.
Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj di sela-sela sebelum dimulainya acara meninjau kesiapan pelaksanaan Rapat Pleno. Said menjelaskan organisasi yang dipimpinya ini akan membahas berbagai permasalahan, baik masalah internal maupun masalah eksternal organisasi.
"Kalau para kiai yang dibahas ya di bidang agama, moral, dakwah dan budaya, non politik. Pokoknya hasil yang dibahas tidak ada politik,” ujar Said.
Dalam agenda rapat pleno, Said menyebutkan beberapa permasalahan eksternal termasuk masalah perekonomian yang tengah dihadapi bangsa Indonesia. “Jadi bagaimana ekonomi bangsa ini bisa baik, sehingga ekonomi umat juga akan menjadi baik,” pungkasnya.
(fan/fdn)











































