Panitia Miss World Harus Belajar ke Jokowi

Kontroversi Ajang Miss World

Panitia Miss World Harus Belajar ke Jokowi

Ropesta Sitorus - detikNews
Jumat, 06 Sep 2013 16:45 WIB
Panitia Miss World Harus Belajar ke Jokowi
Organisasi Islam menolak penyelenggaraan Miss World. (Foto:detikcom)
Jakarta -

Kontes Miss World 2013 juga ajang ratu kecantikan lainnya menurut sosiolog Universitas Indonesia Thamrin Amal Tomagola mempunyai agenda bisnis tertentu. Salah satunya bisnis alat kencantikan dan kepentingan perusahaan multi nasional.

Perusahaan alat kecantikan umumnya menjadi donatur atau sponsor dalam setiap acara kontes kecantikan. Jika memang acara tersebut murni untuk tujuan pariwisata dan budaya, Thamrin menyarankan penyelenggara harus bisa lepas dari agenda terselubung para pemilik bisnis.

Caranya, dengan meniru Jokowi, panggilan akrab Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. “Kalau mau bekerja tanpa sponsor dan tanpa pendonor mereka harus ketemu Jokowi, bagaimana belajar untuk mengumpulkan dana tanpa didanai oleh pendonor,” ujar Thamrin saat berbincang dengan detikcom, Kamis (5/9) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT




 “Jokowi sudah kasih contoh waktu dia maju jadi gubernur, mereka tidak dapat dana dari perusahaan-perusahaan atau pendonor, tapi dicari sendiri,” Thamrin menambahkan.

Meski tak sampai menolak, dia mengaku tak nyaman dengan penyelanggaraan kontes ratu sejagad itu di Indonesia. Menurut Thamrin kontes-kontes tersebut merendahkan martabat perempuan.

“Saya tidak nyaman bukan karena alasan tidak sesuai dengan budaya Indonesia, tapi perempuan dijadikan komoditi yang bisa dikemas dengan baju dan segala macam produk yang diperagakan, saya kira itu semacam pelecehan terhadap perempuan,” kata dia.

Kriteria penilaian berupa kemampuan inteligensi kontestan juga dianggapnya hanya tambahan. Mestinya perlombaan – perlombaan itu tak hanya menonjolkan fisik tapi juga karakter dan sumbangan pengabdian pada publik.

“(Brain) itu hanya seperdelapan atau sepertujuh dari seluruh komponen penilaian, jadi saya kira hanya semacam tempelan untuk melegitimasi lomba dan bisnis itu,” kata dia lagi.

Sementara panitia penyelanggara melalui Direktur MNC Media Group Budi Rustanto, menyebut melalui ajang Miss World, dunia pariwisata Indonesia bisa semakin terkenal. Sebab, seluruh kontestan, bisa menjadi alat promosi.

Menurut Budi, nantinya seluruh peserta diharuskan mengunggah artikel maupun video di blog pribadi mereka usai berkunjung ke suatu tempat di Indonesia. Setiap laporan yang dapat komentar terbanyak akan jadi poin tambahan.

“Bayangkan kontestan berada di negara kita cukup lama, dicekoki dan belajar tarian kita, menggunakan batik sarung, dan makan makanan indonesia, ke objek wisata. Pasti pulang ke rumahnya dia akan berpikir Indonesia kaya betul,” kata Budi.

(erd/erd)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads