Keputusan SBY Meralat Pernyataan Yusril Dinilai Tepat

Keputusan SBY Meralat Pernyataan Yusril Dinilai Tepat

- detikNews
Rabu, 03 Nov 2004 07:30 WIB
Jakarta - Tindakan SBY melakukan kunjungan ke DPR dan mengklarifikasi perihal larangan menteri memenuhi undangan DPR mendapat acungan jempol dari anggota Fraksi Golkar, Ade Komaruddin. Ade menilai keputusan SBY kemarin menganulir pernyataan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra sudah tepat. "Kalau ada yang keliru harus dianulir oleh presiden. Dan langkah yang diambil SBY sudah bagus. Lebih bagus terlambat dari pada tidak sama sekali. Dan sebaiknya dia tidak memberikan komentar apapun tentang legislatif itu," ujar Ade Komaruddin kepada detikcom, Rabu (3/11/2004). Menurut Ade, semula ia tidak percaya saat mengetahui bahwa Yusril mengeluarkan statemen resmi dari pemerintah perihal larangan itu. Karena menurut Ade, bila itu benar, maka SBY melakukan tindakan bunuh diri. "Ketika Yusril mengeluarkan statemen resmi pemerintah, saya agak tidak percaya karena kalau itu dilakukan menurut saya itu tindakan bodoh. Dalam hal ini SBY melakukan tindakan bodoh, itu membunuh diri sendiri, ketidakpercayaan saya itu tebukti," ujar wakil ketua Komisi VI Perdagangan dan Industri di DPR RI. Tambah Ade, semua yang dikatakan Yusril merupakan hasil diskusi antara Yusril, Ketua MK Jimly Asshiddiqie dan Presiden. Ujarnya, "Tetapi etrnyata hasil diskusi tersebut dijadikan statemen resmi pada publik."Sehingga menurutnya, bila kini Yusril yang terkesan dijadikan bemper, itulah fungsi Yusril sebagai pembantu presiden. "Untuk Yusril, itulah gunanya pembantu presiden, itu resiko pembantu, pembantu harus jadi bemper, kalau ada yang keliru harus dianulir oleh presiden," tambah Ade. Ade juga mengingatkan agar SBY tidak mencampuri permasalahan internal di DPR. Memberi saran boleh saj, tapi bukan intervensi. (dni/)


Berita Terkait