Singapura Going Deeper Underground

Laporan dari SIngapura

Singapura Going Deeper Underground

Luhur Hertanto - detikNews
Kamis, 05 Sep 2013 23:56 WIB
Singapura Going Deeper Underground
Foto: Ilustrasi
Singapura - Tidak semua lahan hasil reklamasi yang Singapura upayakan 30 tahun terakhir layak dibangun bangunan di atasnya. Sementara kebutuhan sarana infrastruktur bertambah seiring pertumbuhan ekonomi.

Reklamasi pantai, teluk dan selat pun ada batasnya. Bagaimana akal Singapura hadapi tantangan ini?

"Membangunnya ke bawah tanah," jawab Caroline Seah, direktur Urban Redevelopment Authority, di kantornya di Tanjung Paga, Singapura, Kamis (5/9/2013).

Fasilitas yang sedang Singapura bangun di bawah tanah mencapai 150 meter. Jauh di bawah jaringan MRT yang berada di kedalaman 20 meter dari permukaan.

Lahan yang 'dibuka' 150 meter di digunakan untuk keperluan militer. Di dalamnya disimpan cadangan bahan-bahan peledak dan amunisi berat militer Singapura.

"Di kedalaman 150 meter adalah lapisan granit padat yang tebal. Ini menambah sisi keamanan agar tak timbul banyak korbnan jiwa bila terjadi kecelakaan," jelasnya.

Sekitar 20 meter di atasnya yang masih berada dalam lapisan granit, dibuka 'lahan' seluas 60 hektar. Di lahan seukuran 70 lapangan sepak bola itu dijadikan gudang bahan bakar minyak yang selama ini ada di permukaan.

Sedangkan 60 meter di bawah permukaan tanah dibangun under pass raksasa. Jalur jalan toll ini diharapkan menjawab masalah kemacetan lalu lintas antara jalur yang menghubungkan kawasan pantai barat dengan timur.

Di kedalaman yang sama juga akan dibangun gorong-gorong raksasa untuk menampung limbah rumah tangga. Jaringan gorong-gorong yang sekaligus berfungsi sebagai kanal pencegah banjir ini juga membentang dari Kranji di barat daya hingga Changi dan Marina Barrage di sisi tenggara.

"Limbah rumah tangga dilewatkan ke bawah tanah agar tidak bikin bau. Maka air sungai dan kanal di lebih bersih agar bisa dijadikan bagian taman kota," urai Caroline.

(lh/jor)


Berita Terkait