Pertikaian 2 Kubu di DPR Diprediksikan Segera Berakhir

Pertikaian 2 Kubu di DPR Diprediksikan Segera Berakhir

- detikNews
Rabu, 03 Nov 2004 01:18 WIB
Jakarta - Gontok-gontokkan antara Koalisi Kebangsaan dan Koalisi Kerakyatan perihal perebutan jabatan Ketua Komisi di DPR diperkirakan segera usai. Diharapkan usai pertemuan malam ini antara pimpinan Fraksi diperoleh jalan tengah penyelesaian kolflik tersebut. "Perbedaan di DPR saya kira sebentar lagi akan berakhir, sekarang sedang dicari solusinya, dan malam ini kawan-kawan dari pimpinan fraksi dan DPR sedang melakukan proses solusi," jelas Anggota Fraksi FKB Effendi Choirie di Sekretariat GP Anshor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (2/11/2004). Effendi menyatakan bahwa untuk mengakhiri konflik ini, Koalisi Kebangsaan menawarkan 2 opsi. Pertama, Koalisi Kebangsaan memberikan jatah Ketua Komisi dan wakik ketua komisi yang masih kosong kepada Koalisi Kerakyatan. Kedua, Fraksi Golkar dan F PDIP yang memiliki kepimpinan ganda di Komisi memberikan jatah kursi mereka kepada Koalisi Kerakyatan."Yang kedua, Golkar dan PDIP yang punya pimpinan dobel di komisi kemungkinan besar akan diberikan kepada mereka, saya kira ini sudah merupakan kearifan dari koalisi kebangsaan," jelasnya. Lanjutnya, tawaran yang berasal dari niat baik dari Koalisi Kebangsaan tersebut sebaiknya mendapat sambutan yang positif dari Koalisi Kerakyatan. Karena permintaan jatah kursi Ketua Komisi oleh Koalisi Kerakyatan sebetulnya sulit karena keputusan dari Koalisi Kebangsaan perihal komposisi ketua Komisi sudah final. "Sejauh ini saya kira mereka sudah mulai menangkap tawaran itu, tinggal realisasinya dan catatan-catatan strategisnya," jawab Effendi saat ditanya bagaimana kemungkinan reaksi Koalisi Kerakyatan. Sehingga bila tawaran Koalisi Kebangsaan ditolak dapat disimpulkan Koalisi Kerakyatan tidak ingin menyelesaikan pertikaian tersebut. "Mereka tidak punya good will untuk mengakhiri situasi seperti ini," tandasnya. Sementara Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif yang ditemui ditempat yang sama usai peringatan Nuzulul Quran berpendapat bahwa kedua pihak yang bertikai harus ada kompromi sehinga yang dibawah tidak bingung. Karena menurut Syafii, apa yang diperdebatkan kedua kubu tidak signifikan dengan persoalan bangsa. "Kalau negeri ini beres, ya tidak ada masalah yang harus dikhawatirkan mengenai perbedaan pendapat antara KK dengan KR. Tetapi negara ini kan sedang sakit, dan masih banyak kesulitan seperti pengangguran, dana APBN yang banyak digunakan untuk bayar bunga dan utang sehingga tinggal 20% saja bisa digunakan untuk pembangunan. Kiat harus bersama-sama cari jalan keluar," himbau Syafii. (dni/)


Berita Terkait