Penghina Islam itu Dibunuh
Selasa, 02 Nov 2004 19:51 WIB
Den Haag - Sineas dan kolumnis Belanda, Theo van Gogh, hari ini tewas dibunuh di Amsterdam. Van Gogh dikenal kontroversial karena karya-karyanya menghina Islam.Peristiwa tersebut terjadi Selasa (2/11/2004) jam 08.45 waktu setempat di jalan Linneausstraat, Amsterdam, sesaat setelah Van Gogh keluar dari stadsdeelkantoor, setingkat kantor kecamatan. Van Gogh ditikam dulu, kemudian ditembak hingga tewas di tempat.Seorang saksi mata di depan kamera NOS mengatakan bahwa dia melihat pelaku dari jendela apartemennya, dengan ciri-ciri memakai pakaian tradisional negara tertentu. "Namun bisa saja pelakunya sengaja menyamar dengan pakaian seperti itu, untuk memanaskan situasi di Belanda," katanya.Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak otoritas Amsterdam. Jurubicara polisi Amsterdam, Elly Florax, hanya bersedia mengungkapkan bahwa pelakunya adalah seorang pria dan telah berhasil ditangkap setelah ditembak pada bagian kakinya. "Saat ini pelaku sedang menjalani perawatan di rumahsakit," kata Florax.Melecehkan IslamTerbunuhnya Van Gogh memiliki efek menyamai terbunuhnya tokoh partai ultra kanan Pim Fortuyn 6/5/2002 lalu. Para politisi di Den Haag langsung membahas peristiwa tersebut. PM Balkenende dalam pernyataannya selain mengutuk permbunuhan itu juga mengingatkan agar rakyat Belanda tidak menarik kesimpulan terlalu jauh. Balkende mengaitkan pernyataannya itu sehubungan spekulasi yang beredar soal kemungkinan motif pembunuhan Van Gogh terkait dengan karya-karyanya. Termasuk yang berspekulasi seperti ini adalah Ketua Fraksi partai berkuasa VVD, Joziaas van Aartsen, yang mantan kolega Menlu Hassan Wirajuda. Kematian Van Gogh memang seperti menerjemahkan situasi mutakhir di Belanda yang cukup gerah akibat opini-opini yang bernuansa mempermainkan dan menghina Islam, yang sebagian dilakukan oleh tokoh parpol seperti Ayaan Hirsi Ali demi kepentingannya, sebagian lagi diperpanas melalui kolom dan film seperti dilakukan Van Gogh.Film Van Gogh yang terlihat paling melecehkan keyakinan Islam adalah Submission. Film yang skenarionya digarap politikus wanita bekas pengungsi dari Somalia, Ayaan Hirsi Ali, itu menceritakan penindasan wanita yang menurut para kritisi lebih merefleksikan latar belakang Hirsi Ali yang tertindas di kultur asalnya, Somalia. Fragmen submission antara lain memperlihatkan wanita sedang shalat dengan berpakaian transparan sehingga tubuhnya yang telanjang jelas terlihat, lalu dia menyebut Allahu Akbar. Kemudian diperlihatkan bagian tubuh wanita itu yang bertuliskan ayat-ayat suci Al Quran.Setelah pemutaran film tersebut Van Gogh mendapat ancaman dari seseorang yang merasa terlecehkan. Namun Van Gogh saat itu menolak pengawalan polisi. Sedangkan Hirsi Ali sampai saat ini mendapat pengawalan ketat.
(es/)











































