Didemo, Komisi VI Kunjungi Pedagang Parsel
Selasa, 02 Nov 2004 19:49 WIB
Jakarta - Komisi VI versi Koalisi Kebangsaan DPR RI berkunjung ke pusat perdagangan parsel, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (2/11/2004). Kunjungan dipimpin langsung ketua Komisi VI bidang perdagangan & industri Khofifah Indar Parawansa dari Fraksi PKB. Kunjungan sore tadi dilakukan sehubungan demo sekitar 50-an pedagang dan pengusaha parsel siang tadi di depan gedung DPR. Para pedagang mengeluh akibat larangan KPK yang menghimbau pejabat tidak menerima parsel mengakibatkan pendapatan mereka melorot.Usai kunjungan, Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi PG, Ade Komaruddin mengatakan bahwa tujuan dari KPK sebenarnya baik, tetapi niat baik itu belum tentu mencapai hal yang baik secara maksimal. Masalahnya, para pedagang parsel yang kebanyakan berasal dari pengusaha kecil dan menengah yang terkena imbasnya. Padahal, untuk memodali usaha tersebut, para pedagang sudah meminjam modal ke Bank sebesar Rp 20 juta. "Tapi ternyata ada himbauan dari KPK, dan akhirnya ada pembatalan pemesanan parsel, dan sampai saat ini baru terjual 20%," imbuh Ade.Sedangkan salah satu pedagang parsel, Yos Arudian, pedagang kristal parcel di Jalan H. Samali, Pasar minggu mengatakan parsel merupakan tradisi dari tahun ke tahun, tetapi belum pernah ada larangan seperti tahun ini. "Kami mohon bantu. Kami menginginkan agar KPK mengkaji ulang kata-kata tidak memberi parsel. Karena itu dampaknya sangat berat bagi kami. Apalagi pernyataan ini dikeluarkan di tengah jalan. Dimana kita sudah mempersiapkanm segala sesuatunya hampir 100%," sesalnya.Yos menambahkan, akibat larangan pejabat menerima parsel, ia banyak merugi. Karena tidak sedikit pelanggannya yang menarik kembali uang muka yang sudah dibayar sebelumnya.
(dni/)











































