Diprotes Sejumlah Ormas, Ini Tanggapan Panitia Miss World

Diprotes Sejumlah Ormas, Ini Tanggapan Panitia Miss World

Dhani Irawan - detikNews
Rabu, 04 Sep 2013 17:26 WIB
Diprotes Sejumlah Ormas, Ini Tanggapan Panitia Miss World
Jakarta - Penyelenggaraan Miss World 2013 di Bogor dan Bali menuai nada sumbang dari beberapa organisasi. Hal ini membuat panitia kontes kecantikan sejagad itu angkat bicara untuk memberi kejelasan mengenai acara itu.

"Menurut kami pro kontra ini suatu hal yang lumrah sebagai bagian dari demokrasi. Kami tidak akan menutup kuping, kami tidak menutup mata. Kami diskusikan," ujar Direktur PT Global Mediacom Tbk Budi Rustanto saat konferensi pers di Warung Daun, Jl Cikini Raya no 26, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2013).

"Apa yang membedakan dengan pemilihan putri-putri yang lain di Indonesia? Semua sama, Putri Solo, Abang None. Yang membedakan pesertanya," imbuh Budi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi juga mengaku, dirinya ikut juga menerima ketika 15 perwakilan massa dari FUI menuntut bertemu Hary Tanoe di MNC Tower, Selasa (3/9) kemarin.

"Salah sekali, saya juga sudah katakan bahwa gambar-gambar yang ditunjukkan pada kami tidak ada hubungannya dengan Miss World di Indonesia. Tidak ada usaha untuk mengeksploitasi peserta, dengan bikini, buka baju, seperti yang didengung-dengungkan," kata Budi yang memakai batik warna coklat itu.

Budi juga mengatakan, pihaknya telah berkonsultasi dahulu dengan berbagai pihak mengenai penyelenggaraan Miss World di Indonesia. Dia berkoordinasi untuk memberikan penjelasan bahwa event dunia itu tidak akan mengeksploitasi tubuh perempuan.

"Panitia menjamin tidak ada satupun yang mengeksploitasi. Kita mencoba berkomunikasi dengan pihak-pihak dari pemerintah pusat, daerah, ulama-ulama yang kontra, Polda, Mabes Polri. Saya kebetulan yang berkoordinasi dengan Kapolda Bali," kata Budi.

Selain itu, Managing Director Programming and Production MNC Nana Putra menambahkan, jauh-jauh hari sebelum pagelaran itu, pihak panitia telah berkoordinasi dengan Miss World Organization untuk mengubah kemasan kontes kecantikan itu agar sesuai dengan budaya Indonesia.

"Sejak awal kami sudah melakukan negosiasi dengan Miss World Organization. Kami meminta fleksibilitas dari konsep-konsep. Bukan karena ada yang memprotes, sejak 2 tahun yang lalu, bahwa kami mempunyai norma-norma dan pihak Miss World Organization mendukung," ujar Nana.

Selain Budi dan Nana, konferensi pers itu juga dihadiri Managing Director RCTI Kanti Mirdiati dan Corporate Affairs Director RCTI Syafril Nasution.

(dha/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads