Jangan Harap Koalisi Kerakyatan Terima Sisa Kursi Pimpinan Komisi
Selasa, 02 Nov 2004 17:19 WIB
Jakarta -
Ketua DPR Agung Laksono berencana akan mempertemukan 10 fraksi di DPR untuk mencari solusi atas kisruh di DPR. Salah satu tawaran yang diajukan, Koalisi Kerakyatan bisa menjadi pimpinan komisi yang masih tersisa. Tapi, jangan harap Koalisi Kerakyatan akan menerimanya. Wakil Ketua Fraksi PKS Irwan Prayitno saat dihubungi detikcom, Selasa (2/11/2004) pukul 16.05 WIB, mengaku belum menerima undangan pertemuan yang digagas ketua DPR itu. "Saya sudah mendengar rencana ketua DPR, tapi saya belum terima undangan. Mungkin saja akan diselenggarakan malam ini," tuturnya.Irwan menyambut baik upaya yang dilakukan pimpinan DPR untuk mendamaikan kedua kubu. Solusi untuk mempertemukan kebuntuan itu memang harus dicari bersama-sama. Karena itu, bila pimpinan DPR menawarkan posisi pimpinan komisi yang masih tersisa, lima fraksi yang tergabung dalam Koalisi Kerakyatan belum tentu akan menerima. "Seyogyanya segala sesuatu keputusan dan kegiatan yang dilakukan di DPR harus berdasarkan atas kebersamaan -musyawarah untuk mufakat-, karena itulah bentuk aplikasi demokrasi di Indonesia. Saya dan teman-teman akan membahasnya terlebih dahulu dan tidak akan langsung terima keputusan. Itu namanya semena-mena," kata Irwan. Menurut Irwan, kisruh di DPR ini menandakan tidak ada ada demokrasi di DPR. "Mulai tidak ada demokrasi tanggal 24 Oktober, yaitu pada saat pembahasan penentuan jumlah proporsional pimpinan komisi DPR. Ini sudah merupakan bentuk pelanggaran kesepakatan dan tata tertib," tegasnya.Selanjutnya Irwan menyatakan, sumber masalah bagi kebuntuan di DPR saat ini adalah kurangnya opsi kebersamaan untuk menyelesaikan masalah dan kurangnya ketaatan anggota dewan kepada aturan yang dibuatnya.
(asy/)










































