Gebrak Pistol di SPBU, Jaksa MP Akan Dites Psikolog

Gebrak Pistol di SPBU, Jaksa MP Akan Dites Psikolog

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 03 Sep 2013 21:52 WIB
Gebrak Pistol di SPBU, Jaksa MP Akan Dites Psikolog
Jakarta - Pihak kepolisian akan mengkaji kembali kepemilikan senjata api pada oknum jaksa berinisial MP. MP dipertimbangkan untuk dites psikologi kembali lantaran sudah menyalahgunakan kepemilikan senjata apinya itu.

"Kemudian menimbang nanti bisa juga tes psikologi ulang terhadap yang bersangkutan. Apakah masih layak memegang senjata api atau sudah tidak layak lagi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (3/9/2013).

Ia menambahkan, pihaknya juga belum mengetahui jenis senjata yang digunakan oleh MP saat menekan Priatna, petugas SPBU 34-15317 Mekar Jaya, Serpong, Tangerang. Begitu pula dengan perizinan kepemilikan senjata, belum diketahui.

"Ini nanti dalam pemeriksaan nanti bisa terlihat semuanya. Apakah dia punya izin atau tidak," imbuh dia.

Pihak kepolisian juga belum mengetahui motif MP mengeluarkan senjata api di hadapan petugas SPBU tersebut. Pasalnya MP hingga sore tadi belum dimintai keterangan.

"Menurut keterangan saksi, MP mengeluarkan senjata dan meletakkannya di meja, lalu adu argumen. Maksud dan tujuan dia mengeluarkan senjata api nanti akan kita tanya saat pemeriksaan nanti," jelas Rikwanto.

Rikwanto memastikan, pihak Polsek Serpong akan memeriksa MP sesegera mungkin terkait perbuatan tidak menyenangkan itu.

Peristiwa ini terjadi di SPBU 34-15317 Mekar Jaya, Serpong, Tangerang pada senin (02/09), pukul 14.00 WIB. Berawal ketika istri MP mengisi bensin di Pom Bensin tersebut. Namun, lantaran posisi tangki mobil tidak sesuai dengan selang pom bensin, sehingga Priatna meminta agar istri MP itu memutar balik kendaraannya.

Namun istri MP tidak terima dan memarahi korban dan selanjutnya memanggil MP. Setelah MP datang ke SPBU tersebut, MP langsung mengajak Priatna masuk ke dalam kantor SPBU.

Percekcokan keduanya ini lantas dilihat oleh pengawas SPBU bernama Pindah Iskandar. Pindah kemudian berniat mencegah agar tidak terjadi keributan. Di saat itulah, MP mengeluarkan senjata apinya dan meletakannya di atas meja kantor SPBU.

Dengan arogannya, MP lalu mengajak Priatna untuk berkelahi. Pindah lagi-lagi melerai keributan itu, namun saat itu ia tiba-tiba pingsan. Sementara MP langsung meninggalkan kantor SPBU tersebut.

(mei/tor)


Berita Terkait