PM Thailand Sesalkan Berita Insiden Bergeser ke Soal Agama
Selasa, 02 Nov 2004 16:48 WIB
Jakarta - PM Thailand Thaksin Shinawarta sangat menyesalkan berita yang muncul mengenai insiden meninggalnya 87 warga Thailand Selatan bergeser seolah-olah menjadi persoalan agama."Padahal akibat kejadian itu, yang menjadi korban adalah warga Muslim maupun Budha. PM telah menyatakan rasa penyesalannya dengan meninggalnya 87 warga. PM akan memberikan kompensasi kepada keluarga korban yang meninggal."Demikian pernyataan Thaksin seperti disampaikan Dubes Thailand untuk Indonesia Atchara Sriputra usai menemui Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi di Kantor PBNU jalan Kramat Raya Jakarta Pusat pukul 14.00-14.57 WIB, Selasa (2/11/2004)."Kejadian tersebut merupakan sebuah persoalan untuk meningkatkan hukum dan ketertiban yang memang tidak ada hubungannya dengan agama. Berkaitan dengan persoalan hukum dan ketertiban, Yang Mulia PM menyatakan siap untuk bertanggung jawab penuh. PM menegaskan telah mengerjakan segala sesuatu dengan tulus hati dan melaksanakan tugas sebagai rakyat Thailand tanpa ada perasaan anti-Islam," sebut Atchara.Selain itu, lanjut dia, Thaksin juga menyatakan akan membentuk sebuah komite independen yang terdiri dari ahli hukum, agama, termasuk ahli pengendali kerusuhan untuk menyelidiki kasus itu sampai ke pengadilan.Thaksin telah menunjuk Pichet Soonthornpipit, mantan Penyelidik Parlemen yang saat ini menjabat Direktur Jenderal Departemen Ekonomi dan Kerjasama Teknik untuk memimpin komite independen tersebut."Keterlibatan agen dan organisasi independen juga diterima PM," lanjut Atchara. "Saya yakin penyelidikan akan dilakukan secara terbuka," tukasnya.Enam demonstran tewas tertembak saat terjadi bentrokan dengan aparat. Tiga demonstran lainnya ditemukan tewas tenggelam di sebuah sungai dekat lokasi demonstrasi. Sedangkan 78 demonstran mati lemas saat ditumpuk dalam truk militer dan menempuh perjalanan tiga jam ke barak militer di Provinsi Pattani. Total korban tewas 87 orang.
(sss/)











































