Tiket Bus AKAP Pekanbaru Ludes
Selasa, 02 Nov 2004 16:36 WIB
Pekanbaru - Tiket bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menjelang 12 hari lebaran ini, telah terjual habis. Malah sebagian agen mengaku terpaksa menambah armada untuk kebutuhan arus mudik.Bagi masyarakat di Pekanbaru yang ingin mudik, bila baru membeli tiket sekarang ini, tampaknya tidak memungkinkan lagi untuk mendapat bangku. Sebab sebagian besar para pemudik pada 10 hari sebelum bulan puasa tiba justru telah memesan tiket terlebih dahulu. Sehingga, dari pantuan detikcom, Selasa (2/10/2004) di Pekanbaru, sejumlah agen bus mengaku tidak menjual tiket lagi.Agen bus Makmur dengan trakyek Pekanbaru-Medan misalnya, 20 hari sebelum lebaran sama sekali tidak menjual tiket. Ini sehubungan sebelumnya telah banyak calon penumpang yang memesan terlebih dahulu dengan pembayar kontan."Sekarang tiket kami sudah terjual semuanya. Malah kita sudah menambah 4 armada sehari dari kebutuhan normal yang biasanya 6 armada. Ini kita lakukan karena saban tahun karena terjadi lonjakan penumpang," kata Merni, salah seorang perwakilan bus Makmur di Pekanbaru kepada detikcom. Agen bus AKAP yang lainnya juga mengaku hal yang sama. Misalnya saja, agen bus Sampagul yang melayani trakyek Pekanbaru-Tapanuli Selatan. Bus ini bisanya hanya ada dua unit dalam kondisi biasa. Namun menjelang lebaran ini, pihaknya juga menambah 3 armada lagi. "Walau sudah tambah armada, tiket kita sudah terjual semuanya," kata M Siregar, agen Sampagul di Pekanbaru.Agen bus Anugrah melayani trayek Pekanbaru-Bandah Aceh tiketnya juga sudah terjual habis. Namun demikian, Kepala Perwakilan Anugrah di Pekanbaru, Kornelis Hutabarat kepada detikcom mengatakan, selain menambah armadanya, pihaknya juga telah mengontrak sejumlah bus travel. Hal itu dimungkinkan karena masih banyaknya penumpang yang belum mendapat tempat duduk.Namun demikian sejumlah calon penumpang yang membeli tiket 10 hari sebelum lebaran, mengaku harga tiket telah naik 20 persen. Harga tiket ke Pekanbaru-Medan misalnya, di hari biasa dengan bus AC hanya Rp 80 ribu. Tapi kini, harga tiket sudah mencapai Rp 100 ribu."Ini katanya belum kena tuslah lagi. Jadi sekarang harga tiket bisa mencapai Rp 130 ribu. Kita terpaksa membelinya daripada tidak pulang kampung," kata Anton salah seorang calon penumpang.
(nrl/)











































