Kecam Bush, Pers Asia Ragu Kerry akan Membawa Perubahan

Kecam Bush, Pers Asia Ragu Kerry akan Membawa Perubahan

- detikNews
Selasa, 02 Nov 2004 16:30 WIB
Jakarta - Presiden George W Bush menjadi target kritikan dan kecaman dari koran-koran Asia menjelang pemilihan presiden (pilpres) AS yang akan digelar Selasa pagi waktu setempat. Kebanyakan media menuding Bush menempuh kebijakan luar negeri yang gegabah dan memecah-belah.Namun pers Asia meragukan keadaan itu akan berubah meskipun jika John Kerry berhasil mengalahkan Bush. Di Thailand misalnya, harian bisnis terkemuka Krungthep Thurakit mengingatkan adanya konsekuensi berat jika Bush kembali terpilih.Alasannya, politik internasional akan semakin kacau dibandingkan selama masa jabatan Bush yang pertama. Ini dikarenakan kemenangan Bush berarti bahwa warga AS setuju dengan kebijakan luar negerinya. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/11/2004).Surat kabar berbahasa Thai itu memperkirakan bahwa Bush selanjutnya mungkin akan menyerang Korea Utara atau Iran. "Dalam pemilihan presiden ini, kebanyakan penduduk dunia mendukung Kerry karena janjinya akan pendekatan yang lebih lunak menyangkut politik internasional," demikian tulis koran Thai tersebut.Harian Utusan di Malaysia, bahkan melancarkan kritikan yang lebih tajam terhadap presiden bertahan AS itu. "Bush telah menciptakan dunia yang kacau, dunia yang terbagi menjadi dua. Bush telah memecah kaum Muslim dan non-Muslim," tulis Utusan.Namun seperti beberapa surat kabar di wilayah Asia, koran terpandang negeri Jiran itu juga memiliki pandangan sinis terhadap pilpres AS. Pasalnya, siapapun yang akan keluar sebagai pemenang, kebijakan luar negeri AS tidak akan banyak berubah."Siapapun yang menang atau kalah, tidak akan banyak membuat perbedaan bagi komunitas global. Meskipun Bush dan Kerry punya pendekatan yang berbeda, kita tidak bisa berharap bahwa skenario global yang chaos akan berubah dalam satu kedipan mata saja. Bahkan jika Kerry terpilih, kebijakan AS akan tetap sama," tandas Utusan.Harian berpengaruh Hong Kong juga menyatakan pandangan serupa. Menurut South China Morning Post, Bush telah menempuh perang yang gegabah di Irak, melemahkan organisasi-organisasi dunia dan melancarkan perang melawan teror yang sebenarnya justru telah membuat dunia menjadi tempat yang lebih berbahaya.Media berbahasa Inggris tersebut juga tidak mendukung Kerry, yang digambarkan sebagai pemimpin yang belum teruji dan berpotensial untuk menjadi pemimpin yang tidak tegas.Di Seoul, Korea Selatan, harian Korea Times dalam editorialnya menyatakan bahwa kemenangan Kerry akan lebih membantu menyelesaikan krisis nuklir Korea Utara (Korut). "Meski adanya retorika diplomat, hubungan Seoul-Washington telah memburuk dan ketegangan antara Korut dan AS telah bertambah sejak empat tahun terakhir," tulis media tersebut."Meskipun kemenangan Kerry tidak akan sepenuhnya mengubah situasi tersebut, Seoul setidaknya bisa mengharapkan sekutu yang lebih fleksibel dan berkompromi," imbuhnya.Dukungan terhadap Kerry juga disampaikan koran Jepang, The Japan Times yang menulis bahwa dunia "tengah menahan nafas" menantikan pilpres yang akan berlangsung ketat itu. Menurut harian berbahasa Inggris itu, filosofi Kerry "menekankan pentingnya membangun kembali hubungan aliansi untuk membuat Amerika lebih kuat dan aman". (ita/)


Berita Terkait