TKI Kapok Kembali ke Malaysia

TKI Kapok Kembali ke Malaysia

- detikNews
Selasa, 02 Nov 2004 15:02 WIB
Jakarta - Para eks-TKI Malaysia tampaknya sudah kapok untuk ingin kembali ke Malaysia. Mereka mengaku tidak kuat dengan beratnya pekerjaan yang mereka pikul. Selain itu, mereka juga kapok dengan ancaman hukuman pemerintah Malaysia, terutama kepada para TKI ilegal. Pengakuan ini disampaikan sejumlah TKI yang baru saja mendarat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (2/11/2004). Para TKI ini baru saja dipulangkan dari Malaysia. Sebagian dari mereka sebelumnya mendapat pengampunan pemerintah Malaysia. Nurjaman, TKI asal Lombok, misalnya. Dia mengaku sudah setahun berada di Malaysia. Dia masuk ke Malaysia, melalui jalur legal, karena melalui PJTKI. "Saya tidak mau lagi (kembali ke Malaysia). Kerjanya berat. Saya sudah tahun bekerja di perkebunan sawit, tapi gaji sering disunat," kata dia saat ditemui setelah turun dari KM Ciremai. Karena itu, Nurjaman tidak mempermasalahkan bila saat ini paspornya sudah dimatikan oleh KBRI. Izin kerjanya juga ditahan telah ditahan saat dirinya membuat SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor), agar dirinya bisa kembali ke Indonesia. "Paspor saya sudah dicok dan saya juga harus menyerahkan izin kerja saat mengurus SPLP," ungkapnya. Dia tidak akan mengurus paspor lagi untuk kembali ke negeri Jiran itu. TKI lainnya, Syahman Oesman juga bersikap sama. TKI asal Lombok Timur ini mengaku tidak akan kembali ke Malaysia, karena selama bekerja di Malaysia, gaji yang diterimanya kecil. "Saya hanya menerima gaji RM 450 per bulan. Gaji ini tidak mencukupi kebutuhan saya," kata dia. Menurut Syahman, gaji RM 450 itu memang diterimanya setiap bulan. Dia mengaku gajinya tidak pernah disunat. "Tapi, waktu kemarin akan pulang, cukup sulit juga. Karena seminggu sebelumnya gaji bulan terakhir saya baru dibayar," keluhnya. Syahman juga mengaku tidak akan kembali ke Malaysia, karena hukuman di Malaysia yang dikenakan kepada para TKI yang tidak mau pulang ke Indonesia amat berat. "Karena itu, sebelum saya ditangkap, saya minta pulang duluan. Kalau sudah ditangkap aparat Malaysia, bisa susah nanti," jelasnya. Dia mengaku banyak kawannya yang sudah ditangkap pemerintah Malaysia. "Banyak juga. Cuma, kalau sekarang tidak terlalu keras hukumannya. Kalau dulu, ada yang dicambuk dan dipukul rotan. Cerita teman, mereka sempat ditahan 2-3 bulan," ungkapnya. Meski begitu, tidak semua TKI kapok kembali ke Malaysia. Misalnya saja, Tuti Maswarni. Dia mengaku akan kembali ke Malaysia, tapi akan pindah melalui PJTKI lainnya. Tuti sudah setahun di Malaysia dan bekerja sebagai pembantu. "Saya ingin balik. Cuma, saya ingin pindah PJTKI. Soalnya, majikan saya sangat keras. Saya tidak tahan dengan kerjaannya. Selain itu, selama setahun bekerja, saya hanya dapat lima bulan gaji, sedangkan gaji 7 bulan lainnya harus diserahkan ke PJTKI," ungkap Tuti yang mengaku digaji RM 350 per bulan itu. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads