SBY Harap Kisruh DPR Tuntas agar Pemerintah Bisa Bekerja

SBY Harap Kisruh DPR Tuntas agar Pemerintah Bisa Bekerja

- detikNews
Selasa, 02 Nov 2004 14:03 WIB
Jakarta - Presiden SBY mengharapkan kisruh DPR segera berakhir sehingga pemerintah yang dipimpinnya bisa konsentrasi bekerja. Dia juga menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi menterinya menghadiri raker di DPR.Hal itu disampaikan SBY usai melakukan pertemuan dengan pimpinan DPR di Operation Room Gedung Nusantara, Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2004). SBY didampingi sejumlah anak buahnya misalnya Menko Polhukam Widodo AS, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Seskab Sudi Silalahi, dan jubir. Sedang Ketua DPR Agung Laksono didampingi 3 wakilnya. Pertemuan hanya berlangsung 15 menit. Pukul 13.15 WIB, SBY memberikan keterangan pers. "Baru saja saya konsultasi dengan pimpinan DPR. Minggu lalu pimpinan DPR yang datang berkonsultasi dengan saya. Hari ini saya melakukan hal yang sama, untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi lembaga eksekutif dan legislatif sekarang ini," ungkap SBY.Menurut SBY, kisruh DPR bisa saja terjadi dalam kehidupan politik. "Tapi kami sepakat pimpinan legislatif dan eksekutif mencari jalan keluar bersama sebaik-baiknya," kata SBY.SBY menyatakan, solusi kisruh DPR sudah ada di depan mata. "Saya menghargai bahwa pimpinan DPR dalam waktu dekat akan menuntaskan permasalahan yang ada. Langkah itu patut didukung karena merupakan langkah yang bijak. Semoga masalah cepat selesai karena pemerintah ingin segera bekerja, termasuk melakukan raker dengan komisi-komisi DPR. Pemerintah perlu pengawasan dari DPR, agar kebijakan publik sesuai harapan rakyat," papar SBY.SBY juga meluruskan pemberitaan bahwa dia melarang menterinya raker dengan DPR gara-gara kisruh itu. "Saya juga ingin mengklarifikasi berita yang beredar seolah Presiden melarang menteri melakukan raker dengan DPR. Yang betul, karena pimpinan Dewan dalam waktu dekat akan menuntaskan masalah, kita beri dulu kesempatan sehingga dalam waktu dekat menteri bisa menjalankan tugas memenuhi undangan DPR," urainya.SBY menegaskan, dia tidak tepat mencampuri urusan DPR. "Tapi karena muncul masalah legislatif dan eksekutif, kami sepakat bertemu hari ini dan memecahkan masalah bersama," kata SBY yang mengenakan setelan jas hitam ini. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads