Cina Tuding Bush Arogan, Deplu AS Minta Penjelasan
Selasa, 02 Nov 2004 13:10 WIB
Jakarta - Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat akan meminta penjelasan kepada pemerintah Cina mengenai statemen yang dilontarkan seorang mantan pejabat senior negeri Tirai Bambu itu. Qian Qichen, mantan wakil perdana menteri dan menteri luar negeri Cina itu menuding Presiden George W Bush arogan dan berusaha menguasai seluruh dunia. Komentar tersebut dilansir China Daily, suart kabar berbahasa Inggris yang dikelola negara.Juru bicara Deplu AS, Adam Ereli mengatakan, statemen salah satu arsitek utama kebijakan luar negeri Cina itu tidak konsisten dengan pandangan yang disampaikan pejabat-pejabat Cina saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri AS Colin Powell pekan lalu.Kepada wartawan di Washington, Ereli mengatakan, "Kami akan membahas komentar tersebut lebih jauh dengan pemerintah Cina guna keperluan klarifikasi." Demikian seperti dilansir kantor berita Associated Press, Selasa (2/11/2004).Qian mencetuskan bahwa invasi AS ke Irak telah merusak koalisi anti-teror global. Menurut Qian,perang Irak juga telah memicu peningkatan serangan teroris. "Filosofi 'Doktrin Bush' adalah murni kekuatan," tukas Qian dalam komentarnya di sebuah artikel yang dimuat China Daily. "Itu menyarankan Amerika Serikat hendaknya menguasai seluruh dunia dengan kekuatan yang besar, khususnya kekuatan militer," imbuh eks petinggi negeri Tirai Bambu itu.Seorang juru bicara Kedutaan Cina menyatakan keraguannya atas keotentikan komentar tersebut. Dikatakan pejabat tersebut, Qian tidak diwawancarai oleh China Daily. Ia juga tidak menulis artikel untuk koran tersebut.
(ita/)











































