Pidato di Depan Diplomat Asing, SBY Sentil Kisruh DPR
Selasa, 02 Nov 2004 12:46 WIB
Jakarta - Presiden SBY tidak menutup-nutupi fakta kisruh yang terjadi DPR. Kepada para diplomat asing pun, dia menjelaskan gonjang-ganjing tersebut."Pada hari-hari belakangan ini, minggu-minggu ini, ada persoalan politik menyangkut hubungan antara DPR dengan pemerintah yang saya pimpin. Masalah ini saya letakkan dalam penyesuaian yang sedang kami lakukan dalam hubungan antarlembaga menurut amandemen konstitusi yang telah dilakukan," papar SBY.SBY menyatakan hal itu ketika berpidato di depan para kepala perwakilan diplomatik, perwakilan PBB, dan Sekretariat Asean serta delegasi Uni Eropa di Istana Negara, Jl.Veteran, Jakpus, Selasa (2/11/2004). SBY berpidato tanpa teks dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Dino Patti Djalal, jubirnya untuk urusan luar negeri."Kemarin kami berkomunikasi dengan Ketua MK, juga ketua MA. Tadi pagi saya berkonsultasi dengan ketua DPD. Dan insya Allah saya siang ini bertemu dengan Ketua DPR, dengan tujuan untuk mengkonsultasikan hubungan di antara kami agar berlangsung secara sehat dan demokratis," urai SBY lagi.Pidato SBY lainnya adalah tentang rencana 100 harinya memimpin Indonesia. Dijealskan, agenda Indonesia ke depan, pertama, bagaiamana mengelola kehidupan bernegara sesuai amandemen konstitusi. "Ini merupakan era baru dan bersejarah bagi politik Indonesia. Kami memiliki sistem bikameral meskipun lunak dan perlu penyesuaian-penyesuaian," ungkap SBY.Agenda kedua adalah bagaimana membangun kembali ekonomi Indonesia pasca krisis, baik di bidang ekonomi, politik, keamanan, sosial, budaya. "Pemerintah yang saya pimpin 5 tahun mendatang mempunyai agenda dan prioritas. Antara lain melanjutkan proses demokratisasi sesuai dengan aspirasi rakyat," demikian pidato SBY.
(nrl/)











































