Eks Hakim Agung Komariah:Indonesia Produsen Sabu Terbesar di Asia Selatan

Eks Hakim Agung Komariah:Indonesia Produsen Sabu Terbesar di Asia Selatan

Andi Saputra - detikNews
Sabtu, 31 Agu 2013 21:39 WIB
Eks Hakim Agung Komariah:Indonesia Produsen Sabu Terbesar di Asia Selatan
Jakarta -

Indonesia di dunia internasional kini memiliki julukan baru yaitu sebagai produsen sabu terbesar di Asia Selatan. Hal ini dilontarkan oleh mantan hakim agung Prof Dr Komariah Emong Sapardjaja dengan banyaknya pabrik narkoba di Indonesia.

"Sesungguhnya masih terdapat nama-nama penjahat besar lain sebagaimana berjejaring internasional. Sebut saja the Bali Niners, Hillary, Ollan Blessing atau nama-nama berlabel sindikat Belanda, China, Malaysia dan sebagainya," kata Komariah.

Hal ini disampaikan dalam pidato purna bakti 70 tahun sebagai guru besar Universitas Padjadjaran (Unpad) di Aula Graha Sanusi, Bandung, Sabtu (31/8/2013). Hadir dalam acara tersebut, Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, Wakil Ketua MA bidang Yudisial M Saleh, Wakil Ketua MA bidang Nonyudisial Ahmad Kamil dan para hakim agung serta civitas akademika Unpad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belum lagi terkenalnya nama Indonesia sebagai produsen sabu terbesar di Asia Selatan seperti Hengky Gunawan yang memproduksi sabu 25 ribu di rumah kontrakannya di Ngagel, Surabaya," sambung Komariah.

Hengky di tingkat kasasi divonis mati. Namun di tingkat peninjauan kembali (PK) vonis matinya dianulir dan diubah menjadi 15 tahun penjara. Sebutan 'produsen terbesar di Asia Selatan' bukannya tanpa alasan.

Dalam orasi ilmiah yang berjudul 'Penegakkan Hukum Pidana Bagi Pengguna Narkotika' ini menyontohkan kasus Nusakambangan Gate yang membongkar pabrik narkoba yang dikendalikan terpidana Kapten, Hartoni hingga Kalapas setempat. Terakhir terbongkarnya pabrik narkoba di LP Cipinang yang didalangi Fredy Budiman.

"Di pihak lain, kasus narkotika di atas menggurita ke dalam tindak pidana lain yaitu tindak pidana penyuapan, korupsi serta pencucian uang," jelas Komariah.

Komariah memprediksi pada 2015 jumlah pengguna narkotika akan meningkat menjadi 5,6 juta orang. Angka itu sangat meresahkan karena merusak mental dan spiritual seluruh anak bangsa.

"Sebab musabab mereka tergelincir ke dalam penggunaan narkotika beragam. Terkadang hanya karena life style saja, sekalipun penggunan tersebut berasal dari golongan ekonomi lemah," pungkasnya.

(asp/dnu)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini