"Sebagai seorang pembelajar dan pengajar sekaligus politisi, Bima telah memilih caranya untuk menarik perhatian kita bahwa ada beberapa hal yang perlu terus ditingkatkan dalam agenda peningkatan kualitas pendidikan Indonesia," kata Komaruddin dalam siaran pers, Sabtu (31/8/2013).
Komaruddin menilai aksi pemecahan rekor MURI itu positif karena menunjukkan kepedulian seorang politisi pada dunia pendidikan yang ditunjukkan dengan aksi nyata, tak hanya teori. Aksi ini perlu ditiru oleh politikus lainnya.
"Aktivis banyak, hanya kebanyakan kurang intelek. Bima juga komunikator yang piawai," ujarnya.
Aksi pencetakan rekor Muri mengajar estafet terlama selama 16 jam tersebut dilakukan Ketua DPP PAN itu di sejumlah lembaga pendidikan di Bogor. "Selama ini orang bicara pendidikan gratis, padahal banyak yang lebih penting dari itu, bahwa kualitas pendidikan kita harus ditingkatkan," kata Bima dalam siaran pers, Senin (26/8/2013).
Bima yang juga sebagai dosen Universitas Paramadina mengajar mulai di tempat pendidikan anak usia dini (PAUD) di kawasan BNR, Bogor Selatan, TK, SD, SMP, SMA, hingga memberi pematerian kepada anggota organisasi kepemudaan, guru, dan majelis taklim. Tema utama materi yang disampaikan Bima di semua tempat adalah pengembangan karakter dan kepemimpinan.
Bima mengaku berangkat dari rumahnya di kawasan Baranangsiang, Kota Bogor, sekitar pukul 04.00 WIB, didampingi istrinya, Yane Ardian. Setelah salat subuh dan memberi pematerian kepada para santri di Masjid Sirojul Huda, Katulampa, Bogor Timur, Bima meluncur ke Bogor Selatan untuk memberi ceramah kepada majelis taklim dan PAUD di Bogor Selatan, masing-masing selama sekitar 30 menit.
Dari sana, dia bergerak ke TK Srikandi di kawasan Bondongan dan SDN Polisi 4 di Bogor Tengah. Di SD tempat sekolahnya dulu ini, Bima mengajar selama 45 menit kepada ratusan murid. Kemudian Bima melanjutkan mengajar ke SMPN dan SMAN 1, Jl Ir H Djuanda, Bogor Tengah. Selepas dzuhur dia mengajar di SMK Pembangunan Satu dan SMA Bina Insani.
Selepas maghrib, akan berikan kuliah kepada ratusan anggota organisasi kepemudaan di sekretariat Paguyuban Bogor di Bogor Utara. Agenda 16 jam mengajar nonstop akan diakhiri dengan pematerian kepada sekitar 500 guru yang tergabung dalam Aliansi Guru Kota Bogor di Gedung Wanita, Bogor Tengah. Tengah malam nanti rekor Muri untuk pertama kalinya tersebut akan diserahkan langsung oleh pendiri Muri Jaya Suprana.
(tor/gah)











































