“Pak Dahlan Iskan kan tahu bagaimana mahalnya biaya pencangkokan hati. Siapa tahu beliau berkenan melihat kondisi Chipa dan bersedia membantu,” kata ibunda Chipa, Panca Dewi Utami (27) saat ditemui detikcom di kediamannya Jalan Karya Usaha, Srengseng, Jakarta Barat, Jumat (30/8/2013).
Biaya menjadi satu-satunya kendala Chipa hingga saat ini belum juga sembuh. Jika kondisinya terus menurun, dokter RSAB Harapan Kita menvonis hidupnya hanya akan bertahan selama setahun kedepan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan permintaan bantuannya pada Dahlan Iskan, Dewi mengatakan jika teman-temannya sudah pernah meminta tolong via akun twitter Dahlan Iskan (@iskan_dahlan)
“Kalau bertemu kan pasti sangat susah. Teman saya sudah 2 kali ngetwit ke beliau tapi mungkin tidak terlalu diperhatikan,” lanjut wanita 27 tahun ini.
Permintaan bantuan ini dinilainya tidak asal-asalan. Dahlan Iskan adalah bentuk sukses seseorang di Indonesia yang melakukan pencangkokan hati. Bahkan hingga tahun ini, 2013 kondisi kesehatan Dahlan Iskan kian membaik.
Dari dokter yang menangani Chipa, diketahui jika mereka membutuhkan dana setidaknya Rp 2 miliar untuk melakukan pencangkokan hati di Singapura.
“Kami disarankan untuk mencangkoknya di Singapura atau China. Tapi yang paling memungkinkan karena jarak ya Singapura,” tutur Dewi.
Sejak 4 tahun lalu, putri semata wayangnya harus bergantung pada obat untuk mempertahankan hidupnya. Namun, itu tak membuat Chipa selalu dalam kondisi baik-baik saja.
Sakit yang teramat sangat di perut harus dirasakan Chipa jika kondisi kesehatannya sedang menurun. Setidaknya sejak operasi pembuatan saluran empedunya ditahun 2012, bocah lincah ini sudah 3 kali masuk UGD RS Harapan Kita. Jika tidak segera dilakukan operasi, maka infeksi tersebut akan berujung pada kanker hati.
Seluruh tabungan yang dimilikinya dan suami sudah habis karena saat melakukan operasi pembuatan saluran empedu danmembeliberbagai macam obat dan vitamin untuk Chipa. Pekerjaan keduanya yang hanya sebagai perawat dan teknisi membuat mereka harus meminjam [ada kerabat agar dapat memberikan perawatan yang terbaik bagi Chipa.
Sejak Juni 2013, Dewi terbantu dengan adanya KJS. Ia tidak harus menambah utang pada kerabatnya saat Chipa anfal dan harus dilarikan kerumah sakit. Namun, ia tetap harus menahan tangis setiap Chipa meraung karena sakit perut yang luar biasa akibat infeksi saluran empedu buatannya yang kian parah.
Ia berusaha menguatkan diri dan terus berusaha menggalang dana untuk kesembuhan anaknya. Profesinya sebagai perawat, membuatnya tahu bagaimana penderitaan yang harus dijalani para penderita kanker hati.
“Sesayangnya kami pada Chipa, Allah pasti lebih sayang. Kalau memang kami masih dipercaya Allah merawatnya, insya Allah diberikan jalan untuk sembuh. Tapi, kalau Allah menghendaki lain. Saya minta sama Allah agar dia tidak merasakan sakit yang luar biasa,” ucap Dewi dengan suara bergetar menahan tangis.
Dahlan Iskan adalah satu diantara penderita penyakit ini yang berhasil melakukan pencangkokan hati di Cina pada tahun 2007. Hingga saat ini kondisi menteri yang selalu nyentrik ini dinyatakan dalam kondisi stabil dan sehat.
Tak hanya pada Dahlan Iskan, Dewi juga akan mencoba ke yayasan Bilqis Sehati. Sebuah yayasan yang dibuat untuk menggalakkan dana untuk Bilqis di tahun 2010.
Bilqis adalah salah satu penderita kelainan empedu yang berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia. Bahkan saat itu, orang-orang melakukan gerakan koin untuk Bilqis untuk membantu operasi pencangkokan hati namun, Blqis lebih dulu meninggal karena gagal napas di RS Kariadi, Semarang.
Dewi beserta kerabatnya saat ini melakukan penggalangan dana agar Chipa dapat melakukan pencangkokan hati. Mulai dari BBM hingga fanpage facebook www.facebook.com/love4chipa. Namun, hingga saat ini, dana yang terkumpul masih sangat minim jika dibandingkan jumlah yang harus dia persiapkan.
(bil/gah)











































