Meski dengan kenyataan tersebut, Anies tak patah arang. Dia mantap terjun ke politik dengan niat untuk melakukan perbaikan, utamanya soal moral bangsa.
"Ada intelektual tambang di ESDM (yang terjerat korupsi), dia menguras sisa-sisa kepercayaan yang dia miliki. Tapi saya tegaskan masih jauh banyak yang baik di dalam," kata Anies Baswedan di acara Syawalan Alumni HMI-MPO, di Grand Sahid Hotel, Jl Jendera Sudirman, Jakarta, Sabtu (31/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini mendasar sekali. Kalau kita secara kolektif merasa sedang gagal, maka kita akan gagal. Tapi kalau secara kolektif kita merasa akan berhasil maka kita akan berhasil," paparnya.
"Perasaan ini yang harus dikembalikan di Indonesia," imbuh Rektor Paramadina itu.
Menurutnya perlu ada yang berani masuk ke dalam sistem menjadi pemimpin dan membawa kembali suasana bangsa ini sebagai bangsa yang berhasil.
"Siapa di sini yang kalau nonton perdebatan di televisi lalu bilang sama anaknya 'Le (Nak-red)jangan seperti itu'!" ucapnya.
"Minimal zaman saya kecil, ayah saya membacakan cerita Nasir, Roem, Agus Salim, semuanya mereka politisi tapi terhormat, karena dijalani dengan kehormatan. Hari ini itu tidak terjadi," lanjutnya.
Karenanya, lanjut Anies, menjadi pemimpin dengan masuk ke dalam politik bukanlah untuk meraih cita-cita atau ingin dapat sesuatu, tapi untuk membawa misi.
"Misi itu yang kita bawa dan akan kita jalankan. Dan untuk Indonesia jika suasana positif ini kita dorong kuat mudah-mudahan Indonesia lebih baik," ucapnya.
(bal/trq)